Mata Uang Digital yang Mengubah Dunia

Mata Uang Digital yang Mengubah Dunia Kredit Foto: Unsplash/Pierre Borthiry

Mata uang digital yang dikelola pemerintah telah datang. Ini adalah mega risiko yang patut diambil. Bayangkan suatu hari kita tidak membutuhkan bank untuk melakukan transaksi keuangan. Beberapa mengharapkan revolusi rupiah berlangsung saat ini. Don’t count on it!

Perubahan teknologi yang cepat ini mendorong transformasi keuangan, moneter, dan fiskal. Cryptocurrency telah berubah dari obsesi kaum anarkis menjadi kelas aset US$1 triliun yang menurut para pengelola dana adalah milik dalam portofolio yang seimbang.

Baca Juga: Mata Uang Digital Adalah Penting

Kawanan pedagang digital telah menjadi kekuatan di Wall Street. PayPal memiliki 392 juta pengguna, pertanda bahwa Amerika sedang mengejar ketinggalan dengan raksasa pembayaran digital China. Gangguan yang paling tidak terlihat di perbatasan antara teknologi dan keuangan mungkin berakhir sebagai yang paling revolusioner: penciptaan mata uang digital pemerintah, yang biasanya bertujuan agar orang-orang menyetor dana langsung ke bank sentral, melewati jalur konvensional.

CBDC (Central Bank Digital Currency) ini adalah inkarnasi uang yang baru. Mereka berjanji untuk membuat keuangan bekerja lebih baik tetapi juga untuk mengalihkan transformasi keuangan, moneter, fiskal menuju Ekonomi bisnis digital tanpa batas kekuasaan dari individu ke negara, mengubah geopolitik, dan mengubah cara modal dialokasikan.

Mata uang digital pemerintah atau bank sentral ini datang dengan pusaran karena mereka akan memusatkan kekuasaan di negara bagian daripada menyebarkannya melalui jaringan atau memberikannya kepada monopoli swasta. Ide di balik mereka sederhana. Alih-alih memegang rekening di bank ritel, Anda akan melakukannya langsung dengan bank sentral melalui antarmuka yang menyerupai aplikasi seperti Gojek atau GoTo.

Daripada menulis cek atau membayar online dengan kartu, Anda dapat menggunakan jalur cemumuwah dari bank sentral. Dan, uang Anda akan dijamin oleh kepercayaan penuh negara, bukan bank yang bisa salah. Ingin membeli makanan atau membantu saudara yang bangkrut? Tidak perlu berurusan dengan pusat panggilan Bank atau membayar biaya Visa/Mastercard: Bank Indonesia siap melayani Anda.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini