SOKSI Terang-terangan: Airlangga Satu-Satunya Calon Presiden Partai Golkar 2024

SOKSI Terang-terangan: Airlangga Satu-Satunya Calon Presiden Partai Golkar 2024 Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Hasil kerja Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga menjabat Menko Perekonomian semakin menunjukkan kenaikan popularitas dan elektabilitas yang signifikan.

Hal ini terlihat dari rilis yang disampaikan berbagai lembaga survei independen. Peluang Airlangga menjadi pemimpin nasional semakin terlihat.

Wakil ketua Umum SOKSI Firman Soebagyo menegaskan, merupakan harga mati untuk semua elemen Partai Golkar agar tetap konsisten mengawal dan mendukung Airlangga sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Hal ini, merupakan keputusan tertinggi yang telah ditetapkan partai melalui Munas beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bos Golkar Sentil Pertumbuhan Ekonomi dan Prokes Jabar, Katanya...

"Sekarang ini langkah yang harus ditempuh oleh seluruh kader adalah pentingnya meningkatkan konsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah, menyatukan langkah untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada publik jika AH (Airlangga Hartarto) adalah calon presiden," ujar Firman dalam rilisnya, Sabtu (5/6).

Menurut Firman, Airlangga adalah figur yang tepat sebagai presiden. Orang Jawa yang mempunyai trah keturunan birokrat murni. Sang Ayah, Ir. Hartarto Sastrosoenarto (alm) mempunyai catatan sejarah yang sangat baik di kalangan industri. Dia berhasil menggerakkan roda perekonomian dari sektor industri dan perdagangan.

"Pak Hartarto sebagai Menteri Perindustrian dan Menko Perindag juga Menko Perekonomian di era Presiden Soeharto telah membawa keberhasilan yang luar biasa dan itu diakui oleh kalangan usaha dan industri," tuturnya.

Tampaknya, kata Firman, kepiawaian sang ayah menurun ke Airlangga yang saat ini ditunjuk sebagai Menko Perekonomian sekaligus ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) oleh Presiden Jokowi. Sama seperti sang ayah, Airlangga sebelumnya juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini