Bocoran Survei: Lumayan Kuat yang Ingin Jokowi Tiga Periode

Bocoran Survei: Lumayan Kuat yang Ingin Jokowi Tiga Periode Kredit Foto: Instagram Jokowi

Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru bertajuk 'Peta Politik Menuju 2024 dan isu Politik Mutakhir'. Salah satu yang disoroti dalam survei tersebut terkait wacana presiden tiga periode.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan berdasarkan hasil survei sebanyak 52,7 persen responden menjawab tidak setuju jika masa jabatan Presiden Republik Indonesia diubah dan diperpanjang menjadi tiga periode.

“Rata-rata tidak setuju, 52,7 persen tidak setuju, yang setuju 27,8 persen, selebihnya tidak menjawab. Artinya, masyarakat tidak setuju jika jabatan presiden diubah menjadi 3 periode," ujarnya.

Baca Juga: Elektabilitas PDIP Meroket, Jokowi yang Dongkrak

Sementara responden yang tahu terhadap wacana tersebut baru 53,5 persen. 46,5 sisanya mengaku tidak tahu. Kemudian sebanyak 45,3 persen responden menjawab tidak setuju jika Jokowi jadi presiden tiga periode.

"Lumayan kuat yang setuju Presiden Jokowi tiga periode ini pemilih loyal Jokowi sepertinya yang berharap Jokowi tiga periode (25,3 persen), tapi lebih banyak yang tidak setuju, selebihnya tidak menjawab,"  ucapnya.

Adi mengungkapkan alasan responden setuju Jokowi tiga periode yaitu lantaran Jokowi pro rakyat kecil (4,5 persen), zaman Jokowi infrastruktur berkembang (3,9 persen), Selain itu sebanyak 2,6 persen mengatakan kinerja Jokowi bagus. Sebanyak 2,6 persen menyatakan masih menyukai Jokowi. Sedangkan 2,3 persen mengatakan Jokowi memberikan banyak bantuan sosial (bansos).

"Kemudian melanjutkan sesuatu yang belum jelas, proyek-proyek mangkrak misalnya (1,9 persen), kemudian layak memimpin (1,7 persen), dekat dengan rakyat (1,5 persen), dan seterusnya-dan seterusnya. Ini sekitar 25 persen masyarakat yang pro Jokowi tiga periode adalah mereka yang melihat Jokowi ini memiliki kinerja yang cukup baik," paparnya. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini