Tak Becus Tangani Covid-19 di Kudus, Menkes Sentil Ganjar Pranowo

Tak Becus Tangani Covid-19 di Kudus, Menkes Sentil Ganjar Pranowo Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menilai banyak sekali ketidaksiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, dalam upaya menangani lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di daerahnya.

Secara khusus menkes meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk melakukan advokasi sekaligus pendampingan kepada Bupati Kudus, HM Hartopo guna membantu penanganan lonjakan kasus Covid-19, di 'Kota Kretek' tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan langsung Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Prabowo, saat keduanya bertemu di rumah dinas Gubernur, Puri Gedeh, Semarang, Sabtu (5/6).

Baca Juga: Ganjar Tegas Minta Daerah Tingkatkan Pelacakan Covid-19

Sebagai pembina, jelas menkes, gubernur diharapkan bisa mendukung dan membantu Bupati Kudus dalam menangani persoalan lonjakan kasus Covid-19, yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

"Kalau tekanannya terlalu banyak, kadang- kadang bupati pusing mesti ngapain, tapi kalau ada 'kakaknya' yang mendampingi, maka bupati bisa lebih tenang, dalam menghadapi situasi tersebut," jelasnya.

Sementara itu, dalam pertemuan antara menkes dan gubernur tersebut telah membahas sejumlah hal terkait dengan langkah- langkah penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus termasuk sejumlah problem yang masih dihadapi.

Baca Juga: Yang Diminta Ganjar atas Lonjakan Kasus di Kudus

Budi Gunadi menyampaikan ada beberapa hal yang mesti dibenahi di Kudus. Misalnya 'tekanan' di rumah sakit Kudus harus dikurangi dengan cara pasien Covid-19 yang kondisinya berat agar perawatannya dikirim ke Semarang.

Selain itu, untuk pasien yang positif Covid-19 namun tanpa gejala harus diisolasi terpusat. Protokol kesehatan juga harus bisa ditingkatkan lagi dan  Bupati Kudus juga harus sering memberikan sosialisasi dan edukasi.

Para tenaga kesehatan (nakes), lanjutnya, juga harus diberikan penanganan tersendiri agar kemudian tidak terjadi penularan di lingkungan rumah mereka. Misalnya sementara tinggal di tempat khusus seperti hotel atau asrama.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini