Habis Ditegur Soal Penanganan Covid-19 oleh Menkes, Ganjar Dukung Warga Kudus Tak Keluar Rumah

Habis Ditegur Soal Penanganan Covid-19 oleh Menkes, Ganjar Dukung Warga Kudus Tak Keluar Rumah Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo

Pemerintah Kabupaten Kudus menerapkan kebijakan dua hari di rumah saja hari ini, Sabtu (5/6) hingga Minggu (6/6) besok. Kebijakan ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung penuh langkah Kudus menerapkan kebijakan dua hari di rumah saja. 

Menurutnya, kebijakan itu bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan.“Hari ini Bupati Kudus bagus, buat kebijakan, seperti Jateng dulu, dua hari di rumah saja. Rencananya, mulai hari ini sampai besok. Kalau itu bisa berjalan dan Kudus benar-benar sepi, maka itu akan jadi edukasi yang baik untuk menciptakan peringatan pada semuanya agar hati-hati,” kata Ganjar, di Magelang, Sabtu (5/6).

Baca Juga: Tak Becus Tangani Covid-19 di Kudus, Menkes Sentil Ganjar Pranowo

Ganjar mengatakan, semua program yang dilakukan saat ini sudah baik, di antaranya perbaikan SOP kesehatan dan lainnya. “Masyarakat harus ikut mendukung. Kalau tidak, kebijakan sebagus apapun tidak akan jalan. Maka ayo masyarakat Kudus berpartisipasi dengan cara dukung program dua hari di rumah saja ini,” terangnya.

Kepala daerah dari PDI Perjuangan ini mengaku, penanganan Covid-19 di Kudus sampai saat ini sudah cukup baik. Semua pihak sudah turun membantu, baik dari provinsi maupun Pemerintah Pusat.

“Beberapa SOP sudah diperbaiki, kekurangan tenaga medis, peralatan sampai obat-obatan sudah kita drop semuanya,” kata gubernur.

Baca Juga: Ganjar Tegas Minta Daerah Tingkatkan Pelacakan Covid-19

Termasuk, lanjut Ganjar, berita yang ramai kemarin tentang pemakaman pasien Covid-19.  Ia minta Pemkab Kudus melakukan perbaikan. “Ternyata itu sebenarnya bagus, karena dijadwalkan. Tapi kita tambahi petugasnya agar lancar, termasuk TNI/Polri mendukung. Mudah-mudahan bisa kita keroyok semuanya,” ucapnya.

Dukungan daerah lain untuk Kudus, terang Ganjar, juga sangat bagus. Beberapa daerah bersedia membantu penanganan Covid-19 di tempat itu. Daerah lain, seperti Kota Semarang sudah bantu, dan disiapkan ambulans hingga rumah sakit. 

“RSUD milik Pemprov Jateng juga bantu, seperti (RSUD) Tugurejo Semarang. Dokter penyakit dalam dan dokter umum dari RSUD Moewardi Solo juga dikirimkan untuk membantu. Gotong royong ini kita ciptakan, agar teman-teman Kudus terus semangat melayani masyarakat dengan tenang,” pungkasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini