Masuk Bursa Capres Setelah Prabowo, Sayangnya Anies Baswedan Gak Punya....

Masuk Bursa Capres Setelah Prabowo, Sayangnya Anies Baswedan Gak Punya.... Kredit Foto: Instagram Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, masih masuk dalam tiga besar sebagai calon Presiden Republik Indonesia 2024 yang memiliki elektabilitas tinggi di bawah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Namun, Anies diingatkan soal tiket dari partai politik.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengatakan tiap hasil survei yang dirilis terkait elektabilitas calon Presiden RI 2024, selalu muncul tiga nama tokoh yakni Prabowo, Anies dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut dia, ketiga nama ini belum tergeserkan dari nama-nama tokoh lain. Baca Juga: Digadang-Gadang Cocok Gandeng Anies Baswedan, PDIP: Asalkan Mbak Puan Mau

"Memang hasil survei akhir-akhir ini, tiga nama tidak bergerak. Mungkin jika bergerak, itu hanya di antara mereka saja pergerakannya tapi tidak ada dari urutan empat atau lima melonjak ke top three seperti Prabowo, Ganjar dan Anies," kata Eddy saat diskusi virtual pada Sabtu, 5 Juni 2021. Baca Juga: Gerindra Pepet Posisi PDIP: The Power of Prabowo Subianto

Tentu, Eddy melihat ketiga nama di atas memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan lainnya meskipun tingkat elektabilitasnya tinggi. Misalnya, Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra dan Ganjar Pranowo sebagai kader tulen PDI Perjuangan tapi bukan pengambil kebijakan utama. 

"Nah, Anies tidak mempunyai partai. Jadi, tiga calon atau paling tidak tiga tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi dengan karakter berbeda satu dan lainnya, terkait bagaimana yang bersangkutan kemudian memiliki dukungan untuk diusung oleh parpol," ujarnya.

Di samping itu, Eddy berharap Pilpres 2024 mendatang bisa memberikan beberapa pasangan calon sebagai pilihan alternatif masyarakat. Menurutnya, jangan sampai cuma dua pasangan calon Presiden saja yang maju seperti perhelatan Pilpres 2019.

"Alangkah baiknya, jika diberikan alternatif yang lebih luas kepada masyarakat. Jadi, dengan banyaknya pilihan itu tentu akan semakin menyemarakkan mematangkan demokrasi kita kedepannya," jelas dia.

Parameter Politik Indonesia melakukan survei dengan sampel sebanyak 1.200 responden pada 23-28 Mei 2021. Kemudian, metodenya simple random sampling dari 6.000 nomor handphone yang sudah dipilih secara acak, dan margin of error survei sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, data elektabilitas calon presiden menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo masih memimpin dengan 18,3 persen. Kemudian, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar sebesar 16,5 dan Gubernur DKI Jakarta Anies sebanyak 15,1 persen.

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada posisi keempat dengan 7,0 persen diatas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang 6,0 persen. Sementara, Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma cuma 5,5 persen serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno hanya 5,4 persen.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini