Orang-Orang Kaya di Malaysia Tambah Tajir saat Pandemi Covid-19

Orang-Orang Kaya di Malaysia Tambah Tajir saat Pandemi Covid-19 Kredit Foto: Unsplash/Mkjr

Bagi sebagian besar warga Malaysia, pandemi Covid-19 merupakan pukulan keras bagi pertumbuhan ekonomi, dan kesulitan keuangan. Tetapi untuk beberapa orang, yang terjadi adalah kebalikannya. Dalam laporan Forbes, Kamis (3/6), dari 50 orang terkaya di Malaysia, didapati kenaikan kekayaan mereka 14 persen menjadi hampir 90 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.281 triliun tahun ini.

“Angka kenaikan kekayaan kolektif ini terlihat setelah dua tahun sebelumnya dilaporkan turun,” tulis Forbes. Baca Juga: Pengamat: Kenaikan Pajak Orang Kaya Harus Dilakukan Agar Ada Keadilan dalam Bayar Pajak

Forbes mendapati fakta, kekayaan taipan di Malaysia belakangan naik sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar global pada sarung tangan medis. Negeri jiran itu merupakan salah satu negara produsen sarung tangan medis terbesar di dunia. Baca Juga: Biden Teriak-teriak Orang Kaya Harus Bayar Bagian-bagian yang Adil, Soal Apa?

Selama pandemi, permintaan global untuk alat pelindung diri seperti sarung tangan meningkat pesat. Ekspor sarung tangan karet dari Malaysia berlipat ganda sehingga meningkatkan kekayaan produsen sarung tangan terbesar di negara itu. 

Kelima pengusaha produsen sarung tangan masuk dalam daftar 50 orang terkaya Malaysia. Dua di antaranya, yakni Kuan Kam Hon dari Hartalega Holdings di peringkat 7 dengan kekayaan 3,8 miliar dolar AS (Rp54,5 triliun) dan Lim Wee Chai dari Top Glove, yang berada di peringkat 8 dengan kekayaan 3,5 miliar dolar AS (Rp50 triliun).

Sementara Robert Kuok tetap di posisi puncak dalam daftar orang terkaya di Malaysia. Taipan properti dan komoditas ini memiliki kekayaan sebesar 12,2 miliar dolar AS (Rp175 triliun). Dia merupakan orang terkaya tertua dalam daftar Forbes, dengan usia 97 tahun.

Sedangkan Quek Leng Chan, pemimpin generasi kedua grup Hong Leong tetap berada di urutan kedua dengan kekayaan 9,6 miliar dolar AS (Rp137,5 triliun).Kemudian ada Koon Poh Keong yang berbagi kekayaan di industri logam bersama dengan empat saudara kandungnya.

Salah satu sumber kekayaan keluarga Koon dari saham Press Metal Aluminium Holdings, yang naik karena harga logam pulih. Kondisi ini menambah kekayaannya sebesar 3,4 miliar dolar AS (Rp50 triliun). Akibatnya, Koon bersaudara naik ke peringkat ketiga dengan total kekayaan 6,4 miliar dolar AS (Rp92 triliun).

Ada lima pendatang baru dalam daftar 50 orang terkaya di Malaysia versi Forbes tahun ini. Salah satunya, Tan bersaudara, yakni Tan Yu Yeh dan Yu Wei dari Mr D.I.Y Group yang menempati posisi 10 dengan kekayaan 2,7 miliar dolar AS. Mr. D.I.Y group adalah retail perlengkapan rumah ternama di Malaysia dan beberapa negara di Asia Tenggara. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini