Sasar Pertumbuhan Baru, BRI Jajaki Model Bisnis Hybrid

Sasar Pertumbuhan Baru, BRI Jajaki Model Bisnis Hybrid Kredit Foto: BRI

BRI bakal menerapkan model bisnis hybrid company untuk menyasar pertumbuhan baru dan mencari peluang anyar di tengah tantangan bisnis berbasis digital.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo menjelaskan bahwa dalam kompetisi bisnis saat ini perusahaan besar seperti BRI harus selalu dinamis namun tetap stabil.

Sebabnya, BRI memiliki rekam jejak bisnis yang panjang sejak dulu, namun menghadapi tantangan usaha yang kian besar pada era digital. Oleh karena itu, keduanya harus berjalan beriringan agar tercipta pertumbuhan usaha berkelanjutan.

"Hybrid company itu dimulai dengan mindset entrepreneurial, bagaimana kita tidak berhenti untuk terus mencari peluang-peluang baru di tengah ketidakpastian ini, kemudian itu dimulai dari leader-nya," ujarnya dalam diskusi daring bertajuk “Platform Inovasi Terbuka” belum lama ini di Jakarta. Acara yang digelar oleh Planet Inovasi Foundation bekerjasama dengan Disrupto tersebut juga menandai peringatan Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga: Ini Pandangan Dirut BRI Soal Bank Digital

Baca Juga: Tekun Jadi Agen BRILink, Lili Setiawan Mampu Sekolahkan Anak ke China

Dia menambahkan, kepemimpinan dalam konteks ini harus mengkreasi dua hal utama. Pertama, mengkreasi budaya yang tangkas atau lincah dalam beradaptasi dan memanfaatkan peluang. Kedua, harus melakukan transformasi digital. Di mana fokusnya bukan pada teknologinya tapi bagaimana sebuah layanan atau sebuah bisnis harus selalu bisa menawarkan nilai atau value bagi pelanggan. 

Dia menjelaskan bahwa karena digital itu lebih kepada mindset, bagaimana kita bisa mereposisi value kita supaya bisa memberikan manfaat bagi customer BRI. Supaya lebih cepat, lebih baik, lebih efisien. Hal tersebut dilakukan oleh BRI dengan transformasi digital melalui cara-cara hybrid tadi.

"Dengan demikian usaha yang sudah berjalan saat ini, terus di dorong dengan inovasi agar tetap relevan. Di sisi lain, BRI pun konsisten membangun hal-hal baru dan pada era digital ini setiap individu dapat bertukar pikiran dengan sangat mudah, cepat, dan tanpa batas," pungkasnya.

Lebih lanjut, Indra mengungkapkan bahwa intinya sebenarnya berawal dari customer dan berakhir di customer. Karena kita ingin create value untuk customer, maka bagaimana BRI mencari solusi-solusi yang terbaik, maka sumber inovasi itu bisa didapatkan dari dalam maupun dari luar, melalui open innovation platform. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini