Penelitian Teranyar Korek Kebijakan China yang Potong Jutaan Kelahiran Muslim Uighur Xinjiang

Penelitian Teranyar Korek Kebijakan China yang Potong Jutaan Kelahiran Muslim Uighur Xinjiang Kredit Foto: Flickr/TravelingMipo

Penelitian baru membandingkan proyeksi populasi yang dilakukan oleh para peneliti yang berbasis di Xinjiang untuk Akademi Ilmu Pengetahuan China yang dikelola pemerintah berdasarkan data sebelum tindakan keras. Semuanya dengan data resmi tentang tingkat kelahiran dan apa yang digambarkan Beijing sebagai langkah-langkah “optimasi populasi” untuk etnis minoritas Xinjiang. diperkenalkan sejak 2017.

Ditemukan populasi etnis minoritas di Xinjiang selatan yang didominasi Uyghur akan mencapai antara 8,6-10,5 juta pada tahun 2040 di bawah kebijakan pencegahan kelahiran yang baru. Itu dibandingkan dengan 13,14 juta yang diproyeksikan oleh para peneliti China menggunakan data sebelum kebijakan kelahiran yang diterapkan dan populasi saat ini sekitar 9,47 juta.

Zenz, seorang peneliti independen dari Victims of Communism Memorial Foundation, sebuah organisasi nirlaba bipartisan yang berbasis di Washington DC, sebelumnya telah dikutuk oleh Beijing karena penelitiannya yang kritis terhadap kebijakan China dalam menahan orang Uyghur, pemindahan tenaga kerja massal dan pengurangan kelahiran di Xinjiang.

Kementerian luar negeri China menuduh Zenz "menyesatkan" orang dengan data dan, sebagai tanggapan atas pertanyaan Reuters, mengatakan "kebohongannya tidak layak disangkal."

Penelitian Zenz diterima untuk dipublikasikan oleh Central Asian Survey, jurnal akademik triwulanan, setelah peer review pada 3 Juni.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini