Mandat Biodiesel Sawit Mampu Serap Hampir 3 Juta Tenaga Kerja

Mandat Biodiesel Sawit Mampu Serap Hampir 3 Juta Tenaga Kerja Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas

Dalam empat tahun terakhir, program biodiesel telah menyumbang nilai tambah untuk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia sebesar Rp31,9 triliun.

Hal ini diungkapkan Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, dalam program Energy Corner dengan tema Biodiesel untuk Kemandirian Energi, pada Senin (7/6/2021). Lebih lanjut disampaikan Dadan, selama empat tahun terakhir, penyaluran program biodiesel di Indonesia telah mencapai 20 juta kiloliter.

Baca Juga: Tingkatkan Perlakuan Setara, Disbun Riau Uji Rendemen Minyak Sawit

"Dengan harga solar impor ini bisa hemat devisa Rp120 triliun. Itu selama 4 tahun terakhir kan 2021 masih berjalan," ujarnya.

Khusus untuk 2021, volume biodiesel yang disalurkan ditetapkan sebanyak 9,2 juta kiloliter untuk pencampuran 30 persen minyak sawit dan 70 persen solar (B30). "Ini sudah kembali ke posisi 2019, itu produksi solar masih ada beberapa relaksasi yang tidak dipakai B30 di beberapa wilayah ketinggian dan alutsista, bukan biodiesel tidak aman. Karena, ada keterbatasan di parameter tidak tahan dingin," ujar Dadan.

Dikatakan Dadan, secara garis besar, implementasi biodiesel di Indonesia mampu meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Tidak hanya itu, mandat biodiesel juga telah meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,7 juta orang mulai dari petani, penyalur, produsen, dan distributor ke 114 titik.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini