Elektabilitasnya Selalu Moncer, Gerindra Sesumbar: Prabowo Kan Emang Selalu di Hati

Elektabilitasnya Selalu Moncer, Gerindra Sesumbar: Prabowo Kan Emang Selalu di Hati Kredit Foto: Instagram Prabowo Subianto

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diramal moncer pada Pemilu 2024. Indikasinya, terlihat di hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) teranyar yang dirilis kemarin.

Hasil survei itu menyebutkan, elektabilitas calon presiden (capres) sang ketua umum, Prabowo Subianto di peringkat pertama, dan elektabilitas partai politik untuk Gerindra di posisi kedua setelah PDIP. Direktur PPI Adi Prayitno memaparkan berdasarkan 15 simulasi nama capres di 2024.

Prabowo Subianto berada di puncak dengan angka 18,3 persen, disusul Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebesar 16,5 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 15,1 persen. “Belum satu pun di antara mereka yang terlempar dari tiga besar,” ujar Adi, saat merilis survei secara daring, kemarin.

Baca Juga: Ogah Koalisi dengan PKS dan Demokrat, 'PDIP Sombong Banget'

Posisi keempat ditempati Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 7 persen, kelima Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6 persen. Selanjutnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,5 persen; dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 5,4 persen.

Sementara, di kelompok elektabilitas capres dengan nilai tiga persen ada Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, Basuki Tjahaja Purnama, Gatot Nurmantyo, Puan Maharani, Erick Thohir, Mahfud MD, dan Abdul Somad. Sisanya, sebanyak 12,3 persen responden menyatakan ragu atau tidak menjawab.

Dari kategori partai politik, survei PPI menempatkan Partai Gerindra di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 11,9 persen, di bawah PDIP dengan raihan 22,1 persen. Sementara, posisi ketiga ditempati Partai Golkar 10,8 persen. Selanjutnya, ada Partai Demokrat dengan elektabilitas 8,4 persen, PKB 8,2 persen, PKS 7,5 persen, Partai Nasdem 5 persen, PAN 4,3 persen, dan PPP 3,5 persen.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini