KOL Stories x Ticminow: Tips Berkarier sebagai Profesional Pasar Modal bagi Milenial

KOL Stories x Ticminow: Tips Berkarier sebagai Profesional Pasar Modal bagi Milenial Kredit Foto: Dwi Shara Soekarno

Investasi masih menjadi salah satu pembicaraan yang hangat belakangan ini. Baik itu investasi di reksadana, saham, emas, maupun cryptocurrency. Hal ini karena investasi diyakini menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengembangkan pundi-pundinya.

Kegiatan investasi sendiri dilakukan dengan mengalihkan uang menjadi aset atau barang yang diperoleh dengan tujuan menghasilkan sejumlah keuntungan di masa mendatang yang disebut juga sebagai apresiasi. Apresiasi mengacu pada peningkatan nilai aset dari waktu ke waktu.

Investasi kini sedang digandrungi kaum milenial, terutama berinvestasi di pasar modal. Hal tersebut disebabkan oleh makin terbukanya kesadaran bahwa menyimpan uang di tabungan saja tidak cukup. Tidak heran masyarakat Indonesia yang makin cerdas dan melek investasi mengalami pergeseran gaya hidup. Gaya hidup masyarakat dalam hal pengelolaan keuangan lambat laun mulai berubah dari saving society menjadi investing society.

Baca Juga: KOL Stories x Reynaldo Virgilius: IHSG Mulai Bangkit, Beli Saham Apa Ya?

Namun, yang perlu disadari adalah karena yang namanya investasi pasti berorientasi pada potensi pertumbuhan atau pendapatan di masa depan, jadi selalu ada tingkat risiko tertentu terkait dengan investasi. Sebuah investasi mungkin tidak menghasilkan pendapatan apa pun, atau mungkin benar-benar kehilangan nilainya seiring waktu.

Lalu bagaimana agar para milenial bisa berkarier sebagai seorang profesional di pasar modal? Warta Ekonomi melalui progam KOL Strories akan membahas topik tentang Tips Berkarier sebagai Profesional Pasar Modal bagi Milenial. Kali ini, KOL Strories berkolaborasi dengan Ticminow yang merupakan anak perusahaan BEI, KPEI, dan KSEI, yang berfungsi sebagai pusat data, informasi, dan profesi Pasar Modal Indonesia.

Boleh dijelaskan terlebih dahulu, apa sih Ticmi itu sendiri?

Ticmi itu adalah tempat belajar seputar pasar modal. Ticmi itu diambil dari kalimat teach me. Ticmi itu sebagai pusat edukasi, sertifikasi, referensi, dan data terkait pasar modal Indonesia. Jadi, sudah pasti investor yang ingin belajar dan berdiskusi seputar pasar modal akan datang ke Ticmi.

Selain Ticmi, apa saja sih lembaga atau perusahaan yang terkait dengan pasar modal?

Oh ya, pastinya. Pasar modal punya lembaga yang memfasilitasinya, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI sendiri memiliki anak perusahaan seri KSEI dan KPEI. Ada juga perusahan yang menjadi pelaku di pasar modal, seperti emiten seperti Indofood, Astra, dan berbagai macam perusahaan bank.

Selain emiten tadi tentunya ada perusahaan lain yang bergerak di bidang efek atau perusahaan yang bekerja dengan menjual efek tersebut melalui sebuah mekanisme perdagangan dan perannya adalah sebagai perantara. Jadi, disebutnya sebagai perantara pedagang efek. Itu adalah salah satu profesi di dalam pasar modal.

Lalu, profesi apa yang sebenarnnya bisa dilirik oleh kaum milenial di pasar modal?

Sebetulnya ada banyak profesi yang bisa dilirik. Saat ini pasar modal banyak beririsan dengan teknologi. Jadi, diperlukan teman-teman yang background-nya berasal dari IT atau industri kreatif. Mengapa diperlukan orang dari backround kreatif? Karena ada banyak produk yang perlu dikembangkan dan dijual secara kreatif. Kemudian pasar modal sendiri tetap memerlukan seorang akuntan, ekonom, manajemen keuangan, dan legal.

Selain itu, teman-teman bisa menjadi front-end di bursa efek untuk mengenalkan kepada orang banyak mengenai pasar modal agar mereka dapat berpartisipasi, mungkin sebagai investor atau observer. Mungkin teman-teman milenial yang memiliki knowledge bisa mengajak orang lain yang belum mengerti pasar modal untuk bisa menikmati berinvestasi dengan baik dan benar.

Apakah ada background pendidikan tertentu yang perlu dimiliki sebelum terjun menjadi seorang profesional di pasar modal?

Satu hal yang menarik di sini, yaitu tidak penting ada backround pendidikan tertentu, justru sekarang dibutuhkan orang yang kompeten dan siap terjun di pasar modal. Untuk bisa menjadi pedagang efek atau broker dealer, kamu bisa menjadi wakil perantara pedagang efek (WPPE).

Kemudian, ada juga pilihan untuk menjadi wakil manajer investasi bagi mereka yang ingin mengelola portofolio investasi. Namun yang pasti, kedua profesi tersebut wajib memiliki sertifikasi sebagai bukti sudah menguasai di bidang tersebut.

Boleh dibocorkan gak nih tips-tips untuk menjadi seorang profesional di pasar modal?

Untuk teman-teman yang bukan dari jurusan ekonomi atau hukum tidak perlu khawatir. Ada kesempatan untuk berkarier di pasar modal meskipun kamu bukan berasal dari bidang tersebut. Hal yang paling penting adalah selalu memperkaya pengetahuan dari sumber yang tepat. Kemudian perlu adanya edukasi dan sertifikasi yang tepat. Selalu bekali diri dengan tambahan literasi atau bisa mengikuti workshop dari tempat yang sudah berpengalaman.

Sekarang ini sudah tidak penting dari mana asal universitasmu atau latar belakang pendidikan kamu. Karena, yang paling penting adalah skill dan pengetahuan yang kamu bawa untuk bisa melamar di pasar modal.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini