Menkominfo Ajukan Penambahan Anggaran Rp20 Triliun di 2022

Menkominfo Ajukan Penambahan Anggaran Rp20 Triliun di 2022 Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate mengajukan penambahan anggaran untuk tahun 2022. Adapun penambahan anggaran yang dimintakan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem tersebut adalah sebesar Rp20,33 triliun.

Menurutnya, keperluan anggaran untuk transformasi digital yakni sebanyak Rp42 triliun. Namun, baru sebanyak Rp21,758 triliun yang sudah masuk pagu indikatif.

Baca Juga: Kominfo Himbau Operator Seluler Segera Gelar 5G

"Penghitungan kami menunjukkan bahwa 2022 nanti kebutuhan anggaran sekitar Rp42,1 triliun. Dengan demikian, kekurangan anggaran sekitar Rp 20,348 triliun," ujarnya dalam rapat dengan Komisi I DPR RI yang disiarkan secara daring, Senin (7/6/2021).

“Di antaranya percepatan penyediaan infrastruktur telekomunikasi, penguatan infrastruktur digital pemerintah, penguatan tata kelola data termasuk pertukaran data lintas batas, dan penguatan komunikasi publik, termasuk melalui platform digital,” tuturnya.

Menurut Menkominfo, upaya itu dikemas dalam 5 program strategis yang dilaksanakan penuh pada tahun 2022.  Pertama, program penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai implementasi Prioritas Nasional (PN) ke-5. 

Menteri Johnny menyatakan program tersebut meliputi upaya percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS), integrasi Palapa Ring, penyediaan akses internet, penyediaan kapasitas satelit, penggelaran Internet 4G oleh operator, pembangunan pusat monitoring telekomunikasi dan penyiaran, serta upaya digitalisasi penyiaran, 

“Yang kedua adalah program pengelolaan spektrum frekuensi standar perangkat dan layanan publik sebagai implementasi Prioritas Nasional ke-5 yang mencakup, upaya farming dan refarming spektrum frekuensi radio, pengadaan sistem monitoring frekuensi radio, dan pengembangan balai besar pengujian perangkat telekomunikasi,” jelasnya. 

Selanjutnya, Menkominfo merinci program strategis ketiga yakni pemanfaatan TIK sebagai bentuk implementasi Prioritas Nasional ke-3 dan ke-5, yang ditujukan untuk menciptakan ekosistem serta ruang digital yang aman dan produktif.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini