Dialog Mendalam Soal LCS, Indonesia Acungkan Tangan Jadi Tuan Rumah karena...

Dialog Mendalam Soal LCS, Indonesia Acungkan Tangan Jadi Tuan Rumah karena... Kredit Foto: Geopolitical Intelligence Service/MacPixxel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Indonesia siap menjadi tuan rumah pembicaraan Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan (LCS). Menurut dia, kemampuan para pihak terkait mengelola LCS akan menjadi ujian bagi hubungan ASEAN-China.

Retno berpendapat ASEAN dan China harus segera melanjutkan pembahasan CoC di LCS. Dia menyebut, hingga kini, pembicaraan tentang hal itu bergerak sangat lambat. Retno berharap perundingan tersebut dapat segera selesai dengan hasil efektif dan substantif. 

Baca Juga: Salut! China Sukses Usir Kapal Destroyer Amerika yang Ongkang-Ongkang Kaki di LCS

“Dalam kaitan ini, Indonesia siap menjadi tuan rumah pertemuan negosiasi CoC di Jakarta dalam waktu dekat,” kata Retno dalam pengarahan pers seusai berpartisipasi dalam pertemuan khusus para menlu ASEAN dengan Menlu China Wang Yi yang digelar secara fisik di Chongqing.

Retno mengungkapkan Indonesia juga mendorong para pihak terkait terus mematuhi pelaksanaan Declaration of Conduct (DoC), termasuk menahan diri.

“Saya mengulangi kembali, kemampuan kita mengelola LCS akan dapat memperkuat kemitraan kita yang setara, saling menguntungkan, dan sangat diperlukan bagi perdamaian serta stabilitas global. Semua harus dilakukan sesuai dengan UNCLOS 1982,” ucapnya.

Pada Agustus 2019, China dan ASEAN telah menyepakati suatu draf yang akan menjadi dasar negosiasi tentang CoC di LCS. Kesepakatan tercapai pada pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN yang diselenggarakan di Singapura selaku ketua ASEAN kala itu. 

LCS merupakan wilayah perairan strategis yang berbatasan dengan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. China mengklaim hampir seluruh wilayah LCS sebagai bagian dari teritorialnya. Namun hal itu ditentang oleh negara-negara ASEAN. Aksi saling klaim sempat menimbulkan ketegangan dan berpotensi memicu konflik

Dalam pembicaraan dengan Wang Yi, Retno pun menyampaikan tentang isu Indo-Pasifik. Dia menekankan, dinamika geopolitik yang berkembang mengharuskan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik menjaga perdamaian dan stabilitas.

“Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kebiasaan berdialog dan bukan persaingan, terus membangun kepercayaan strategis, dan bukan justru menciptakan defisit kepercayaan, serta membangun kerja sama konkret yang saling menguntungkan atau win-win dan bukan zero-sum-game, sejalan dengan ASEAN Outlook on Indo-Pasific,” kata Retno.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini