Akhirnya Pawai Bendera Sayap Kanan di Yerusalem Batal Digelar, Hamas Pertimbangannya...

Akhirnya Pawai Bendera Sayap Kanan di Yerusalem Batal Digelar, Hamas Pertimbangannya... Kredit Foto: Instagram/State of Israel

Perdana Menteri alternatif dan Menteri Pertahanan Israel, Jenderal (Purn) Benny Gantz menyerukan pembatalan aksi "Pawai Bendera" yang akan dilakukan orang-orang sayap kanan di wilayah Yerusalem karena alasan keamanan.

Dilansir laman The Times of Israel, Gantz pada Sabtu (5/6/2021) mengatakan, dia meminta parade nasionalis sayap kanan di kota Yerusalem untuk dibatalkan. Karena akan membutuhkan langkah-langkah keamanan yang luar biasa dan membahayakan ketertiban umum serta proses diplomatik.

Baca Juga: Grup Sayap Kanan Israel Bakal Pawai Bendera di Yerusalem, Pihak Keamanan: Situasi Akan Meledak

Hal itu disampaikan Gantz setelah bertemu dengan komandan militer dan polisi, jaksa agung, dan pejabat keamanan tinggi Israel lainnya.

Organisasi-organisasi Zionis ekstrem dan pemukim Zionis berniat melakukan aksi "Pawai Bendera" di kota Yerusalem pada Kamis, 10 Juni mendatang. Mereka akan berkumpul di jalan-jalan Yerusalem, sambil mengibarkan bendera rezim Zionis dan menyerukan genosida terhadap warga Palestina.

Gantz menekankan kepada semua pejabat yang hadir tentang perlunya perilaku yang bertanggung jawab dan menghindari tindakan yang sensitif.

Sebelumnya, Gerakan Hamas dalam sebuah rilis memperingatkan Israel tentang dampak dari pelaksanaan "Pawai Bendera" di wilayah Yerusalem yang diduduki Israel.

Hamas juga menyerukan warga Palestina untuk meningkatkan perlawanan terhadap rezim penjajah di Tepi Barat dan melakukan aksi mogok di Masjid al-Aqsa.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini