Mimpi Pasangkan AHY-Airlangga, 'Halu Banget Demokrat! Kasihan Golkar'

Mimpi Pasangkan AHY-Airlangga, 'Halu Banget Demokrat! Kasihan Golkar' Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengatakan bahwa kombinasi antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak bisa mengulang kejayaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2004. Karena itu, ia menilai pernyataan salah satu kader Partai Demokrat sebagai pernyataan halusinasi.

Sebab, menurut dia, elektabilitas AHY saat ini berbeda jauh dengan elektabilitas SBY ketika itu. "Jadi walaupun AHY anak SBY, tapi elektabilitasnya beda jauh," kata Qodari, dikutip Selasa (8/6).

Baca Juga: Elektabilitas AHY Terus Meroket, Demokrat: Rakyat Butuh Pemimpin yang Bekerja

Menurutnya, sulit bagi pasangan AHY-Airlangga untuk bisa menang jika koalisi antarkeduanya terealisasi. Partai Golkar lebih baik mengusung Airlangga Hartarto sendiri sebagai calon presiden. "Kasihan Partai Golkar yang punya kursi begitu banyak kalau dipasangkan dengan calon yang popularitasnya itu tanggung. Karena kursi yang begitu banyak akan menjadi sia-sia," ujarnya.

Qodari menambahkan, jika Airlangga ditempatkan sebagai calon wakil presiden, harus dipasangkan dengan calon presiden yang popularitasnya sangat tinggi, seperti Joko Widodo dan Prabowo Subianto. "Tapi kalau AHY dengan Airlangga, kasian Pak Airlangganya, kasihan Partai Golkarnya. Elektabilitasnya jauh," ucapnya.

Dari sisi pengalaman, ia mengatakan, Airlangga juga lebih berpengalaman ketimbang AHY. Pengalaman Airlangga baik di legislatif maupun eksekutif juga tidak diragukan.

"AHY belum pernah anggota DPR, belum pernah menteri, belum pernah kepala daerah, jabatan terakhirnya apa? Sementara, Pak Airlangga udah anggota dewan, udah menteri, menko lagi begitu. Jadi kualitatifnya nggak ketemu, kuantitatifnya juga nggak ketemu gitu. Maaf ya kenceng nih halu banget soalnya," jelasnya.

Qodari menilai, akan sulit bagi Partai Demokrat untuk bisa bangkit jika selalu melihat AHY persis seperti SBY. Menurutnya, baik AHY dan SBY tidak bisa dibandingkan.

"Dari segi karier di militer, SBY sudah jenderal. Dari segi pengalaman di pemerintahan, SBY menteri berkali-kali, dari segi elektabilitas, SBY survei pertama nomor 2 sudah, lalu nomor 1, jauh gitu lho ke mana-mana. Jadi ya memang sulit untuk Demokrat ini bangkit atau maju kalau cara melihat AHY itu tidak realistis; cara melihat AHY itu disama-samakan dengan SBY," terangnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini