Donor Darah dari Penerima Vaksin Covid-19, Bahaya Nggak Sih?

Donor Darah dari Penerima Vaksin Covid-19, Bahaya Nggak Sih? Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi

Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan sebuah video di media sosial yang menyatakan bahwa menerima donor darah dari orang yang telah divaksin Covid-19 adalah berbahaya. Namun, benarkah demikian atau kabar tersebut hanyalah hoaks?

Faktanya, donor darah dari mereka yang sudah divaksin Covid-19 tidak berbahaya, lho. Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes, Dokter Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa penggunaan darah dari pendonor yang sudah divaksin Covid-19 justru hal yang baik. Sebab, donor darah tersebut layaknya terapi plasma konvalense yang mana nantinya tubuh akan membentuk antibodi terhadap Covid-19. Baca Juga: Mengalami Reaksi KIPI Setelah Vaksinasi, Redakan Pakai Cara Ini Ya

"Justru antibodinya (penerima vaksin Covid-19) menyelamatkan orang lain," pungkas Nadia, dilansir pada Selasa, 8 Juni 2021.  Baca Juga: Izin Sudah Terbit, Vaksin Sinovac Kini Bisa Dipakai untuk Anak Usia 3 Tahun

Hal yang penting untuk diperhatikan ketika hendak menerima atau mendonorkan darah bagi orang yang sudah divaksin Covid-19 adalah waktu pendonoran, sebab jeda waktu donor darah setelah divaksin tergantung jenis vaksin yang diterima. Merujuk ke redcrossblood.org, umumnya tidak ada waktu penanggunahana bagi pendonor yang divaksin Covid-19 yang tidak aktif atau berbasis RNA, seperti AstraZeneca, J7J, Moderna, Novavax, dan Pfizer.

Namun, jika tidak diketahui jenis vaksin Covid-19 yang diterima, sebaiknya donor darah dilakukan setelah dua pekan sejak vaksinasi Covid-19. Jeda tersebut dimaksudkan supaya ada kehati-hatian serta mengevaluasi Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) bagi orang yang divaksinasi.

"Namun, bukan berarti darah orang yang divaksinasi jadi berbahaya, (donor darah) aman," jelas Vaksionolog, Dokter Dirga Sakti Rambe.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini