Mantab! Bisnis Penjualan Alat Berat Kembali Menjanjikan!

Mantab! Bisnis Penjualan Alat Berat Kembali Menjanjikan! Kredit Foto: Taufan Sukma

Perusahaan penjual alat berat, PT Kobexindo Tractors Tbk, membawa kabar baik terkait geliat bisnis di industri yang digelutinya. Pada triwulan I/2021 lalu, emiten pasar modal dengan kode saham KOBX itu berhasil membukukan laba kotor sebesar US$5,01 juta, atau tumbuh lebih dari dua kali lipat disbanding catatan laba kotor perusahaan pada periode sama tahun sebelumnya, yang tercatat masih sebesar US$2,42 juta. “Lonjakan harga batu bara yang terjadi sejak triwulan IV/2020 benar-benar menjadi katalis positif terhadap pertumbuhan kinerja kami,” ujar Presiden Direktur KOBX, Andry B. Limawan, dalam keterangan perusahaan, Senin (7/6).

Di sepanjang tiga bulan pertama tahun 2021, menurut Andry, pihaknya berhasil membukukan pendapatan sebesar US$22,56 juta. Capaian tersebut terhitung tumbuh sebesar 73 persen dibanding capaian pendapatan pada triwulan pertama tahun 2020 yang sebesar US$13,01 juta. Capaian positif itu disebut Andry tertopang oleh kinerja bagus di empat segmen bisnis yang digeluti perusahaan, yaitu Segmen Penjualan (alat berat pertambangan dan non tambang), Service, Suku Cadang dan Sewa (alat berat dan ruang perkantoran). “Segmen penjualan alat berat menjadi penyumbang terbesar hingga 72 persen terhadap total pendapatan konsolidasi KOBX, atau setara dengan US$16,2 juta. Lalu diikuti dengan segmen penjualan suku cadang yang menyumbang pendapatan sebesar US$3,3 juta, atau sekitar 15 persen terhadap (pendapatan) konsolidasi,” tutur Andry.

Sementara untuk segmen jasa perbaikan, Andri menyebut angka US$1,67 juta sebagai besaran kontribusinya, atau setara dengan tujuh persen terhadap nilai pendapatan konsolidasi perusahaan. Terakhir, segmen jasa persewaan mampu menyumbang sebesar US$1,36 juta, atau setara dengan kontribusi sebesar enam persen terhadap pendapatan konsolidasi Kobexindo. “Pertumbuhan pendapatan yang kami realisasikan lebih tinggi ketimbang pertumbuhan akun beban pokok pendapatan yang tumbuh 65,63 persen, menjadi US$17,55 juta. Ini membuat laba bruto tercatat tumbuh 107,26 persen menjadi US$5,01 juta,” tegas Andry.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini