Israel Lakukan 337 Pelanggaran ke Jurnalis Peliput Palestina

Israel Lakukan 337 Pelanggaran ke Jurnalis Peliput Palestina Kredit Foto: Instagram/State of Israel

Lembaga Pers Palest melaporkan ada 337 kasus kejahatan dan serangan oleh otoritas pendudukan Israel terhadap wartawan yang meliput di Palestina saat konflik terbaru. Israel dikatakan melanggar kebebasan media yang bahkan disebut sebagai kejahatan perang.

Dilansir dari Wafa News, lembaga tersebut mengaku telah memantau dan mendokumentasikan 337 pelanggaran. Sebanyak 110 di antaranya terjadi di Gaza dan 227 di Tepi Barat. Jumlah ini dua kali lipat dari banyaknya kasus pada konflik sebelumnya.

Baca Juga: Pemimpin Gerakan Islam di Israel Masih dalam Masa Penahanan, Pengadilan Tambah Masa...

Sebanyak tiga wartawan tewas selama 11 hari terakhir agresi Israel di Gaza. Termasuk juga ada 41 kantor media hancur total, 32 hancur sebagian, sementara 27 menjadi sasaran rudal.

Di Tepi Barat, 227 serangan terhadap target yang disengaja didokumentasikan, termasuk penahanan pencegahan, pencegahan liputan media, dan penargetan dilakukan Israel. Laporan ini juga menyebutkan bahwa ada 31 wartawan ditembak dan terluka, 32 terkena sasaran gas air mata, dan lainnya terluka setelah menjadi sasaran granat kejut.

Lembaga ini juga mendokumentasikan 12 penangkapan, 15 kasus penyitaan dan perusakan peralatan. Ada juga pelarangan akses ke Yerusalem untuk meliput kejadian.

Serangan Israel di Gaza menewaskan 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak. Roket dan tembakan lainnya dari Gaza juga merenggut 12 nyawa di Israel, termasuk satu anak dan seorang remaja Arab-Israel.

Berbagai bantuan internasional ditawarkan, termasuk Pemerintah Mesir yang menjanjikan lebih dari Rp 7 triliun untuk membantu upaya rekonstruksi di daerah padat penduduk yang dihantam oleh serangan udara Israel.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini