Ketum Partai Zionis Religius Teriak, Bilang Kalau Pawai Batal Tanda Israel Menyerah ke Hamas

Ketum Partai Zionis Religius Teriak, Bilang Kalau Pawai Batal Tanda Israel Menyerah ke Hamas Kredit Foto: AFP/Said Khatib

Polisi Israel membatalkan "Flag March" yang akan diadakan di Yerusalem pada Kamis (10/6/2021). Meski dalam perkembangan selanjutnya, otoritas Israel mencabut larangan itu, dan memberikan izin dengan catatan khusus.

Kepala partai Religious Zionism, Bezalel Smotrich menyatakan, pembatalan merupakan bentuk sikap menyerah atas teror dan ancaman dari Hamas. Smotrich mengecam komisaris polisi karena mengungkapkan ketidakmampuan untuk melindungi para demonstran Israel di jalan-jalan Yerusalem.

Baca Juga: Pejabat Israel Restui Pawai Bendera Kelompok Sayap Kanan di Yerusalem, Apa Alasannya?

"Dia sekarang membiarkan Yahya Sinwar menjalankan Yerusalem," ujarnya mengacu pada kepala Hamas di Gaza.

Alasan awal polisi membatalkan pawai tersebut terjadi karena pertimbangan masalah keamanan. Namun, Smotrich menyatakan itu adalah keputusan salah dan menunjukan rakyat Israel perlu kepemimpinan baru.

"Rakyat Israel hidup dan pantas mendapatkan kepemimpinan yang berbeda, lebih kuat, dan lebih teguh," kata anggota sayap kanan Knesset itu dikutip dari Middle East Monitor.

Pawai Flag March ini merupakan aksi unjuk rasa ultra-nasionalis Israel sayap kanan membanjiri daerah-daerah Muslim. Kegiatan ini sebagai bentuk perayaan penaklukan Yerusalem Timur oleh pasukan pendudukan Zionis menyusul gelombang kedua pembersihan etnis pada  1967.

Dalam pawai tersebut, peserta yang bergabung sering kali meneriakkan "matilah orang Arab" dan nyanyian rasis serta lagu-lagu yang sangat ofensif. Ribuan orang terlihat berparade melalui daerah Muslim mengibarkan bendera Israel.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini