Heboh Rekaman Bambang Pacul PDIP Bocor: 'Siapa Pun Capresnya, Wakilnya Puan Maharani'

Heboh Rekaman Bambang Pacul PDIP Bocor: 'Siapa Pun Capresnya, Wakilnya Puan Maharani' Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani

Orang-orang PDIP begitu ngebet mendorong Puan Maharani maju di 2024. Bahkan, mereka sudah membulatkan tekad, siapa pun capres di 2024, cawapresnya harus Puan.

Kengebetan ini tergambar dari rekaman suara Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang "Pacul" Wuryanto. Rekaman suara Bambang itu menyebar di media sosial sejak akhir pekan lalu. Tak jelas siapa yang pertama kali mengunggahnya. Di lini masa Twitter, rekaman itu antara lain diunggah akun @DiniHrdianti.

Baca Juga: Kenang Sang Ayah Taufiq Kiemas, Puan: Karier Politik Saya Gemblengan Beliau dan Bu Mega

Rekaman berdurasi tiga menitan itu disebut saat acara konsolidasi kader banteng di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah, di Semarang, dua pekan lalu, atau saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak diundang ke acara itu. Dalam rekaman itu, Bambang mengatakan, nama yang akan muncul dari PDIP di Pilpres 2024 adalah Puan. Bukan yang lain.

Kata dia, di pilpres nanti PDIP sudah punya tiket emas alias bisa mengajukan pasangan sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Tiket tersebut tidak boleh dikasih ke orang lain. Andai pun harus mengusung capres lain, cawapresnya harus Puan.

"Rumusnya, Puan Maharani Teh Botol Sosro. Apa pun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro. Ya to? Siapa pun calon presidennya, wakilnya PM (Puan Maharani)," kata Bambang, dalam rekaman tersebut.

Menurut dia, selain Puan, tak ada lagi nama yang berpeluang maju di pilpres. Termasuk Ganjar, yang dalam survei-survei, elektabilitasnya selalu tinggi. Namun, di mata Bambang, peluang Ganjar hanya 0,00.

Bambang lalu mengulas Pilpres 2014 dan 2019. Di dua Pilpres itu, PDIP mengusung Jokowi. Kata dia, hal itu terjadi karena saat itu Puan belum menjadi apa-apa. Untuk saat ini, Puan sudah punya pengalaman mumpuni. Sudah menjajaki semua lorong kekuasaan. Di kabinet pernah, begitu juga di DPR. Selain itu, Puan juga juga sudah mengenal semua elite parpol sehingga akan mudah dalam berembuk.

Bambang begitu yakin dengan analisis. Ia bahkan berani bertaruh bahwa Puan yang akan mendapat rekomendasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2024. "Ini tak kasih kalian semua. Kalau rekom jatuh ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya," cetusnya.

Dikonfirmasi soal ini, Bambang Pacul mengakui di rekaman itu suaranya. Dia kecewa omongannya yang off the record itu bisa tersebar. Meskipun, dia mengaku tetap bisa menerimanya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga membenarkan, suara dalam rekaman itu adalah Bambang Pacul. Dia bilang, omongan itu sebenarnya off the record, tetapi kemudian bocor ke publik. Soal capres dan cawapres, Hasto tak seberani Bambang. Dia bilang, harus konsolidasi dulu karena harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Semua keputusan juga ada di tangan Megawati.

"Kita konsolidasi dulu karena kita percaya bahwa urusan dengan pimpinan nasional selalu ada campur tangan dari Tuhan. Itu proses spiritual yang harus dilakukan. Pada saat bersamaan, partai melakukan langkah-langkah konsolidasi kepartaian," katanya.

Politisi PDIP Junimart Girsang mencoba menetralkan suasana. Anggota Komisi III DPR ini bilang, omongan Bambang Pacul merupakan pendapat pribadi. Bukan sikap partai. Keputusan Pilpres ada di tangan Mega. Secara pribadi, Junimart punya cita-cita lebih tinggi dari Bambang. Dia ingin Puan jadi capres. "Kalau saya, Puan jadi capres. Tanggung-lah jadi wakil presiden," ucapnya, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Eks Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menilai omongan Bambang Pacul sebagai manuver biasa. Bagi orang politik, wajar saja berpolemik. Atas omongan itu, Bambang Pacul dipanggil Mega. Tjahjo membenarkan hal itu, tetapi tak mau membocorkan. "Itu rahasia partai. Saya gak bisa kasih tahu," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyatakan, omongan Bambang Pacul terbilang keluar dari tradisi PDIP. Sebab, biasanya selalu nomor satu alias menjadi capres. "Kelihatannya kalau nanti diputuskan jadi cawapres, Puan yang akan maju. Meskipun bisa saja berubah misalnya diputuskan Mega yang akan maju jadi capres," kata Hendri, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendiri lembaga survei Kedai Kopi ini menambahkan, omongan Bambang Pacul memang realistis. Sebab, berat bagi PDIP kalau memaksakan Puan jadi capres. Dalam berbagai survei, elektabilitas Puan masih berada di bawah kader PDIP yang lain seperti Ganjar dan Risma. Karena itu, skenario paling mudah adalah memasangkan Puan dengan capres yang punya elektabilitas yang tinggi. "Sampai sekarang kan isunya, kalau yang dimajukan Puan, maka akan Prabowo-Puan," kata Hendri.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini