Karena Harus Lewati Tangan Israel, Bantuan Dana Qatar untuk Gaza Tak Lagi Mengalir

Karena Harus Lewati Tangan Israel, Bantuan Dana Qatar untuk Gaza Tak Lagi Mengalir Kredit Foto: Antara/Suwandy

Israel dilaporkan tidak akan melanjutkan proses transfer bantuan keuangan dari Qatar ke Jalur Gaza. Hal itu diumumkan setelah Israel terlibat pertempuran dengan Hamas bulan lalu.

Kantor berita Sama dalam laporannya pada Selasa (8/6/2021), mengutip lembaga penyiaran publik Israel, mengungkapkan, Israel berharap dana bantuan Qatar ditransfer melalui Otoritas Palestina atau organisasi internasional.

Baca Juga: Zionis Klaim Hamas Pakai Gedung di Gaza Sebagai Markas Perang Media

Menurut Sama, bantuan keuangan Qatar seharusnya tiba di Gaza pekan ini. Namun mekanisme pengirimannya ke Gaza telah menyebabkan ketegangan di Israel.

Sementara itu, situs berita Walla melaporkan, mantan kepala Mossad, Yossi Cohen, menilai adalah sebuah kesalahan mengandalkan dana bantuan Qatar untuk membawa ketenangan ke Jalur Gaza.

“Sampai operasi Guardian of the Walls (operasi pertempuran melawan Hamas bulan lalu), kami berharap keterlibatan Qatar dan uangnya akan membawa kami ke penyelesaian dengan Hamas. Namun, segalanya menjadi sedikit di luar kendali,” ucapnya.

Qatar diketahui rutin menyalurkan bantuan dana untuk Gaza. Pada Februari lalu, Pemerintah Qatar telah menandatangani kesepakatan dengan Otoritas Palestina untuk membangun rumah sakit di Rafah, Jalur Gaza. Jika terealisasi, rumah sakit itu akan menjadi yang pertama di kota tersebut.

Menurut Kementerian Perumahan Gaza, pertempuran yang berlangsung pada 10-21 Mei lalu telah menghancurkan 1.500 unit rumah. Sebanyak 1.500 unit rumah lainnya rusak dan tak dapat diperbaiki.

Sementara 17 ribu bangunan lainnya mengalami kerusakan sebagian. Seorang pejabat di Kementerian Perumahan Gaza menyebut biaya pembangunan kembali dapat mencapai 150 juta dolar AS.

Tak hanya bangunan, gempuran Israel selama 11 hari ke Gaza menyebabkan sedikitnya 270 warga di sana tewas. Sementara korban luka dilaporkan mencapai lebih dari 1.900 orang. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini