Vaksinasi Hong Kong Mandek, Miliardernya Ramai-Ramai Imingi Hadiah Rp55 M Bagi yang Sudah Divaksin

Vaksinasi Hong Kong Mandek, Miliardernya Ramai-Ramai Imingi Hadiah Rp55 M Bagi yang Sudah Divaksin Kredit Foto: REUTERS/Tyrone Siu

Miliarder Hong Kong Li Ka-shing dan Henry Cheng akan mulai membagikan voucher belanja dan hibah tunai senilai total HK$30 juta (Rp55,6 miliar) kepada penduduk di Hong Kong untuk meningkatkan tingkat vaksinasi virus corona yang lamban di kota tersebut.

Perusahaan unggulan Li, CK Hutchison dan CK Asset Holdings, bersama dengan yayasan amalnya, akan menawarkan kupon belanja senilai HK$20 juta (Rp36,7 miliar) dalam lotere vaksin. Dengan hadiah pertama senilai HK$5 juta (Rp9,1 miliar), kupon tersebut dapat digunakan untuk membeli flat baru dari CK Asset. Mereka juga dapat digunakan dalam bisnis CK Group yang mencakup toko kelontong ParkNShop, elektronik konsumen Fortress, dan rantai kesehatan & kecantikan Watsons.

Baca Juga: Miliarder Hong Kong Li Ka-shing Bidik Startup Indonesia sebagai Target Investasi

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Kamis (10/6/21) penduduk Hong Kong yang berusia 18 tahun ke atas dan telah menerima dua dosis vaksin virus corona sebelum 31 Agustus akan memenuhi syarat untuk undian tersebut.

New World Development, yang dikendalikan oleh keluarga Cheng, juga menawarkan HK$10 juta (Rp18 miliar) dalam bentuk subsidi vaksinasi kepada mereka yang kurang mampu di Hong Kong. Perusahaan akan membagikan HK$1.000 (Rp1,8 juta) inokulasi dan tunjangan pemeriksaan kesehatan kepada masing-masing dari 5.000 orang yang membutuhkan.

Penerima manfaat tersebut perlu divaksinasi lengkap. Insentif akan didistribusikan antara Juni dan Agustus. Perusahaan mengatakan akan mencadangkan sisa HK$5 juta (Rp9,1 miliar) untuk fase berikutnya agar mencakup masyarakat luas.

Sejak Hong Kong meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19 massal pada Februari, hanya sekitar 17% dari 7,5 juta penduduk kota itu yang menerima dua dosis pada 8 Juni.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini