Sikap Amerika Bela Israel Nyata Banget, Awas Hamas Teriak: Apakah Membunuh Wanita dan Anak Itu...

Sikap Amerika Bela Israel Nyata Banget, Awas Hamas Teriak: Apakah Membunuh Wanita dan Anak Itu... Kredit Foto: AFP/Said Khatib

Hamas mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken yang mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri di wilayah pendudukan. Hamas mengatakan, melalui pernyataan tersebut AS telah memberikan Israel lampu hijau untuk melanjutkan agresi terhadap rakyat Palestina.

"Apakah membunuh wanita dan anak-anak, mengebom rumah di atas kepala penduduk mereka, memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka di Yerusalem dan menyerang Masjid Al-Aqsa dan wartawan dianggap membela diri?" ujar pernyataan Hamas, dilansir Middle East Monitor, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Zionis Klaim Hamas Pakai Gedung di Gaza Sebagai Markas Perang Media

Hamas menyatakan bahwa penjajah tidak memiliki hak untuk membela diri. Tetapi harus mengakhiri pendudukan atas wilayah Palestina, dan agresi terhadap rakyat Palestina. Hamas berharap Blinken telah mengingatkan kepada Israel terhadap tanggung jawabnya di bawah hukum internasional.

"Kami berharap Blinken dan pemerintahan AS saat ini belajar dari kegagalan total kebijakan AS dan campur tangan dalam konflik Arab-Israel," kata Hamas.

Hamas juga mengatakan bahwa, AS seharusnya belajar dari upaya mereka untuk mengisolasi Hamas dan faksi-faksi Palestina sejak 2006 dengan menolak untuk menerima hasil pemilihan yang adil dan transparan. Hamas mengatakan, bencana kemanusiaan yang dihadapi warga Jalur Gaza disebabkan oleh pendudukan Israel dan pengepungan yang didukung AS.

"Jika Blinken dan pemerintah AS serius dalam mencapai stabilitas dan kemakmuran di kawasan, mereka akan menghormati kehendak bebas Palestina dan mematuhi hukum internasional," ujar Hamas.

Hamas juga mengecam bantuan militer dengan mengirimkan semua jenis senjata kepada Israel. Hal ini menjadikan AS sebagai mitra dalam agresi terhadap rakyat Palestina.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini