Bekas Bos Mossad Bongkar Alasan Netanyahu Kalah Besar: Langgar Strategi Negara

Bekas Bos Mossad Bongkar Alasan Netanyahu Kalah Besar: Langgar Strategi Negara Kredit Foto: Instagram/Benjamin Netanyahu

Mantan direktur Mossad, Tamir Pardo, menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melanggar 'strategi negara' dalam urusan dengan Iran dan dukungan Amerika Serikat, Rabu (9/6/2021).

Dia menilai Netanyahu membuat kesalahan strategis ketika melakukan konflik terbuka dengan pemerintahan Barack Obama dan Joe Biden atas Iran.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Pardo mempertanyakan klaim Netanyahu terdahulu bahwa Israel akan sepenuhnya mengabaikan AS, padahal sekutunya itu yang menyediakan pesawat dan senjata untuk mempertahankan diri.

"Kita harus melakukan segalanya untuk menghentikan Iran mendapatkan senjata nuklir," ujarnya.

Kebijakan Netanyahu, menurut Pardo, telah membantu mendorong pemerintahan AS di bawah Donald Trump untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran 2015. Keputusan itu pula yang membuat Teheran melewati tingkat pengayaan nuklir hingga 60 persen.

"Iran tidak akan pernah bermimpi mereka akan mendapatkan pengayaan uranium tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya di era sebelumnya," ujar Pardo menyinggung kurangnya strategi di pihak Israel bersama dengan pemerintahan Trump.

Israel di bawah pemerintahan Netanyahu dinilai memiliki 'taktik terbaik, tetapi strategi nol'. Penilaian itu pun sesuai dengan pandangan dari mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert.

Olmert mengecam Netanyahu karena mencoba menakut-nakuti orang Israel tentang bahaya keamanan nasional sehingga mereka akan merasa bergantung padanya sebagai perdana menteri sebagai pelindung seumur hidup.

Dia pun menyinggung mengenai Palestina, bahwa Israel kalah dalam putaran terakhir dari Hamas karena pencapaian hubungan masyarakat kelompok itu.

Baca Juga: Jelang Penggulingan Netanyahu, Parlemen Israel Lakukan Pemungutan Suara pada Minggu

Mantan perdana menteri ini menyoroti setelah hari ketujuh serangan ke Gaza, Pasukan Pertahanan Israel tidak memiliki target kualitas yang tersisa. Mereka hanya melanjutkan serangan tanpa tujuan hingga hari kesebelas untuk mencoba terlihat lebih tangguh.

Olmert pun menyerang Netanyahu karena mendukung kesepakatan dengan Hamas di Gaza daripada memberdayakan dan bernegosiasi dengan Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini