Perusahaan Jepang Gandeng Luna Maya Luncurkan NFT, Hanya 10 Item

Perusahaan Jepang Gandeng Luna Maya Luncurkan NFT, Hanya 10 Item Kredit Foto:

Tokau, perusahaan asal Jepang, mengumumkan kerja sama dengan Luna Maya, selebritas ternama di Indonesia, untuk meluncurkan Non-Fungible Token (NFT) karya digital orisinal.

Didukung oleh Gushcloud International, Luna Maya akan merilis NFT karya digitalnya dengan jumlah terbatas, yakni hanya 10 item.

NFT karya digital Luna Maya diproduksi oleh Tokau, perusahaan yang telah berpengalaman dalam pembuatan berbagai NFT karya digital untuk para selebriti Jepang.

Luna Maya akan memasarkan NFT karyanya secara eksklusif di platform jual beli NFT, Bakery Swap.

Para penggemar Luna Maya dapat mendukung idola mereka dengan mengoleksi karya digital orisinal Luna Maya. 

"Kerja sama ini hanyalah awal dari inisiatif NFT yang sudah kami siapkan. Kami dan Luna Maya sudah berdiskusi untuk beberapa proyek NFT lainnya.

"Kami berharap kerja sama ini membuka pintu untuk lebih banyak selebriti dan kreator tanah air untuk meluncurkan karya digital dan NFT-nya ke mancanegara," kata Oddie Randa, Country Director Gushcloud Indonesia. 

Melalui unggahan Instagram-nya pada awal Juni 2021 lalu, Luna Maya mengungkapkan antusiasmenya dalam perilisan NFT karya digitalnya dan mengajak para penggemar untuk menantikan peluncurannya.

“Hai semuanya, saya sangat bersemangat untuk segera meluncurkan NFT saya bersama Tokau di Bakery Swap,” kata Luna kepada para pengikut Instagram-nya.

NFT merupakan representasi digital dari suatu aset yang tidak dapat dipertukarkan di dunia nyata.

Sejak tahun 2014, popularitas NFT di dunia maya terus meningkat. Memanfaatkan momentum ini, Gushcloud International menggandeng Luna Maya untuk ikut berpartisipasi terkait aset digital NFT.

Tak hanya selebriti Indonesia, Gushcloud International juga berkolaborasi dengan selebriti ternama dunia untuk merilis NFT mereka sendiri, yaitu Ian Somerhalder dan Russell Simmons. 

Gushcloud International adalah Global Group, yang berfokus pada Talent, Marketing, dan Entertainment.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini