Kawasan Industri Kendal Serap Investasi Rp19,2 Triliun

Kawasan Industri Kendal Serap Investasi Rp19,2 Triliun Kredit Foto: Kawasan Industri Kendal (KIK)

Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah telah menyerap investasi hingga Rp19,2 triliun sejak dioperasikan pada 2016.

Kawasan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong tersebut saat ini telah menjadi salah satu klaster terintegrasi bagi industri manufaktur nasional.

"Kami mengapresiasi KIK saat ini sudah memiliki 66 tenant dengan capaian investasi sebesar Rp19,2 triliun. Investasi ini tentunya memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian, di antaranya penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja," Kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini.

Agus mengungkapkan investasi tersebut datang dari pengusaha nasional maupun investor asing. “Sebanyak 49% investor tersebut berasal dari Indonesia, kemudian 40% didominasi dari China, Taiwan, dan sisanya dari Singapura, Hongkong, Korea Selatan, serta Malaysia,” tutur dia.

Dia menerangkan KIK merupakan wujud nyata kerja sama antara Indonesia dan Singapura, yang dibangun oeh PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura. 

“Pembangunan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.200 hektare untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa pihaknya akan terus memacu daya saing KIK, Jawa Tengah agar lebih terintegrasi sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para investor.

Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, seperti lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.

"KIK sebagai salah satu klaster terintegrasi yang dapat menjadi contoh terhadap pengembangan kawasan industri lainnya di Indonesia," jelasnya. Menurutnya pengembangan KIK akan terus diakselerasi menjadi kawasan industri padat karya berorientasi ekspor.

Hal ini diyakini dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini