Pilpres Dua Paslon Cuma Bikin Rakyat Terbelah, Cebong vs Kampret Contoh Nyatanya

Pilpres Dua Paslon Cuma Bikin Rakyat Terbelah, Cebong vs Kampret Contoh Nyatanya Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Ketua DPP NasDem Saan Mustopa menilai ada baiknya pemilihan presiden (Pilpres) 2024 bisa diikuti lebih dari dua pasangan kandidat. Sebab kontestasi dengan dua pasangan kandidat akan memunculkan pembelahan di masyarakat.

Seperti muncul die hard antara Kadrun dan Cebong/kampret yang tak berkesudahan baik di medsos maupun kenyataan di lapangan.

"Jika lebih dari dua pasang capres, masyarakat punya banyak alternatif pilihan,” ujar Saan dalam keterangan persnya, Kamis (10/6).

Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengatakan secara matematis bisa saja terwujud Pilpres 2024 lebih dari dua pasangan kandidat. Apalagi angka presidential threshold tidak dinaikkan dari 20 persen. 

"Tiga pasang capres sangat memungkinkan,” kata Saan. Bekas politikus Partai Demokrat ini menambahkan parpolnya masih menjajaki koalisi dengan sejumlah partai menuju 2024. Hanya saja, NasDem ingin memastikan kesamaan visi sebelum berkoalisi.

"Jadi yang terpenting bagi NasDem memiliki kesamaan visi dan komitmen kebangsaan yang sama,” tutur Saan.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini