Bikin Kaget! Pengakuan Gatot Nurmantyo: Ssst... Saya Sudah 'Ditembak'

Bikin Kaget! Pengakuan Gatot Nurmantyo: Ssst... Saya Sudah 'Ditembak' Kredit Foto: Instagram Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merupakan salah satu tokoh TNI yang digadang-gadang akan berlaga di Pilpres 2024. Tak hanya itu, saat ini Gatot Nurmantyo menjadi populer karena salah satu lembaga survei di bulan April membeberkan hasil elektabilitas tertinggi dari tokoh oposisi adalah Gatot Nurmantyo.

Namun, Gatot Nurmantyo sendiri mengaku dirinya belum memikirkan hal tersebut dan memilih untuk memfokuskan kepada situasi yang terjadi di negeri pada saat ini.

"Kita lihat dulu situasinya. Untuk saat ini saya tidak berkonsentrasi untuk 2024, kita liat nanti perkembangan situasinya," jelas Gatot Nurmantyo dikutip Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Sebelumnya, beberapa tokoh yang diketahui memiliki elektibilitas tinggi, diketahui melakukan silaturahmi atau safari politik dalam beberapa kesempatan. Akan tetapi, Gatot Nurmantyo mengaku dirinya sudah "ditembak" dan dirinya tak mau membeberkan siapa sosok tersebut.

"Ya, sudah ditembak, saya sampaikan mari kita jangan berpikir dulu. Ya minta untuk jangan diinformasikan kepada siapapun. Jadi saya bilang, saya bukan mengatakan tidak, mari kita lihat situasinya lah," jelas Gatot Nurmantyo.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini juga mengaku bahwa apabila sudah ada keputusan terkait hal tersebut, akan bersedia diundang untuk membicarakan hal itu.

"Pribadi saya, tidak mungkin lah saya pejabat mantan pejabat di pemerintahan ini. Saya tidak pernah mengatakan presiden dulu, saya memberikan fakta-fakta yang menyakitkan kadang-kadang, tapi tidak terbantahkan gitu dengan tim saya," pungkas Gatot Nurmantyo.

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Baca Juga: Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan Tak Kurangi Kesenangan

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini