Panggil Ketua KPK karena Laporan Novel Baswedan Cs, Komnas HAM Cari Sensasi!

Panggil Ketua KPK karena Laporan Novel Baswedan Cs, Komnas HAM Cari Sensasi! Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Pemanggilan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri oleh Komnas HAM hanya mencari sensasi saja. Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI), Dedi Siregar.

"Menurut saya apa yang dilakukan Komnas HAM ini sangat tendensius, spekulatif, tidak didukung dan dijelaskan bukti hanya untuk mencari sensasi publik saja atau ada kepentingan politik," ujar Dedi di Jakarta, Kamis (10/6).

Baca Juga: Peringatan PA 212 untuk Menag Yaqut: Jangan Seperti KPK!

Dedi menilai, langkah 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK dalam peralihan status menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu salah kamar jika mengadu ke Komnas HAM. Dia lantas mempertanyakan substansi pelaporan Novel Baswedan Cs.

"Di mana letak substansi pelanggaran HAM yang dilaporkan Bapak Novel Baswedan Cs?" ucap Dedi.

Dia mengatakan bahwa Komnas HAM seharusnya menjelaskan ke publik ihwal urgensi pemanggilan pimpinan KPK itu. Dedi pun mengaku heran jika Komnas HAM mengurusi persoalan TWK lembaga antirasuah.

"Harusnya Komnas HAM menjelaskan juga dong. Kami melihat langkah Komnas HAM sangat mengherankan mengurusi terkait TWK pengalihan pegawai KPK menjadi pegawai ASN," pungkasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini