Kelompok Yahudi Saja Sampai Diteriaki Kiri Radikal, Netanyahu Maunya Apa?

Kelompok Yahudi Saja Sampai Diteriaki Kiri Radikal, Netanyahu Maunya Apa? Kredit Foto: AP Photo/Oded Balilty

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengecam J-Street, sebuah kelompok advokasi Yahudi progresif, menyebutnya sebagai "organisasi radikal kiri AS".

Netanyahu, dalam sebuah posting di Facebook pada Rabu (9/6/2021), mengatakan J-Street telah bekerja melawan kampanyenya untuk perdana menteri karena dukungan kelompok itu untuk kesepakatan nuklir Iran.

Baca Juga: Sebut Korban Konspirasi, Netanyahu Terus Lancarkan Serangan di Nyawa Terakhirnya

Kelompok advokasi sebenarnya adalah organisasi anti-pendudukan yang sejak didirikan pada tahun 2007, telah bekerja melawan mayoritas kebijakan sayap kanan Israel, terutama yang menyangkut Palestina dan perluasan pemukiman Israel.

"Menggerakkan irisan partisan ke dalam hubungan AS-Israel adalah pencapaian yang [Netanyahu] seharusnya malu bukan bangga," Jeremy Ben-Ami, presiden J-Street Dalam kecamannya, Netanyahu secara khusus memanggil presiden J-Street, Jeremy Ben-Ami, dikutip dari Middle East Eye, Jumat (10/6/2021).

"Jeremy Ben-Ami, kepala organisasi sayap kiri radikal J Street di AS yang dengan tegas mendukung perjanjian nuklir berbahaya, menjelaskan mengapa dia senang dengan pemecatan Netanyahu," tulis Netanyahu dalam sebuah posting, berbagi gambar Ben-Ami.

PM Israel, yang diperkirakan akan dicopot dari jabatannya dalam beberapa minggu mendatang, juga berbagi kutipan yang dia hubungkan dengan Ben-Ami, di mana presiden J-Street mengatakan bahwa Netanyahu memiliki "status dan kepercayaan diri untuk secara terbuka menghadapi presiden Amerika Serikat di tanah kelahirannya, dan menentang kehendak presiden dalam masalah Iran".

"Ben Ami menambahkan bahwa tidak seperti Netanyahu, perdana menteri Israel yang baru tidak akan bertindak aktif di Amerika untuk menggagalkan perjanjian nuklir dengan Iran," tulis Netanyahu sebagai orang ketiga.

Ben-Ami mengecam Netanyahu sebagai tanggapan, menuduh perdana menteri tidak memahami "bahwa merusak hubungan AS-Israel dengan cara yang dia miliki bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan".

"Menggerakkan partisan ke dalam hubungan AS-Israel adalah pencapaian yang seharusnya dia malu, bukan bangga," kata presiden J-Street.

“Mudah-mudahan, pemerintah berikutnya akan memahami pentingnya hubungan AS-Israel yang stabil dan akan bertujuan untuk memperbaiki hubungan dengan Demokrat dan Yahudi liberal daripada mengusir mereka,” lanjutnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini