Megawati Terima Gelar Profesor Kehormatan, Respons Jokowi: Ibu Adalah Pemimpin...

Megawati Terima Gelar Profesor Kehormatan, Respons Jokowi: Ibu Adalah Pemimpin... Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Presiden RI Joko Widodo menilai Megawati Soekarnoputri pantas menerima gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan.

Menurut Jokowi, sosok presiden kelima RI merupakan pemimpin strategis pascareformasi.

Baca Juga: Megawati Mendadak Dikuliti Habis-habisan, Telak Banget Sindirannya

"Dicatat sejarah sebagai seorang pemimpin yang berperan besar dalam mendorong dan mengawal reformasi besar dalam tata politik dan pemerintah di Indonesia," ujar Jokowi dalam pidatonya secara virtual usai Megawati menerima gelar profesor kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan, Jumat (11/6).

Eks gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan selamat kepada Megawati atas pengukuhan sebagai profesor kehormatan.

Jokowi memaknai gelar tersebut sebagai bentuk pembuktian bahwa Megawati bakal memberikan bekal ilmu dan pandangannya kepada seluruh civitas akademik Universitas Pertahanan.

"Keteguhan dan konsistensi beliau sudah teruji dalam memperjuangkan nasib wong cilik dalam memperjuangkan demokrasi dan hak-hak rakyat serta dalam menjaga dan memperjuangkan kedaulatan negara," tutur Jokowi.

Eks wali kota Solo itu menilai pengalaman Megawati sudah teruji di berbagai medan. Sejak menjadi aktivis demokrasi hingga menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan. Bahkan hingga kini jabatan ketua umum PDI Perjuangan itu masih dipercayakan kepadanya.

"Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi simbol keberanian untuk memperjuangkan hak-hak politik rakyat. Beliau telah membangkitkan gerakan politik masyarakat bawah, gerakan politik wong cilik, yang sedang memperjuangkan hak-hak politiknya," kata Jokowi.

Sebagai politikus, lanjut Jokowi, Megawati sudah memberikan contoh bahwa berjuang itu tidak harus berada di dalam pemerintahan. "Menjadi politikus harus siap di dalam pemerintahan dan harus siap berada di luar pemerintahan," ujar Jokowi.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini