Fahri Hamzah Buka-bukaan Soal Ada Upaya Pimpinan KPK Jegal Jenderal Merah Jadi Kapolri

Fahri Hamzah Buka-bukaan Soal Ada Upaya Pimpinan KPK Jegal Jenderal Merah Jadi Kapolri Kredit Foto: Instagram Fahri Hamzah

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengklaim ada salah seorang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pernah meminta bantuannya untuk menghentikan pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Ketika itu, Presiden Joko Widodo mengirimkan surat penunjukan Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri kepada DPR RI untuk dilakukan fit and proper test.

"Waktu Presiden sudah naikkan surat itu (ke DPR), salah satu pimpinan KPK kontak saya. 'Bang, tolong Bang.' Tumben ini orang. Tolong apa saya bilang. 'Kita mau lawan 'merah' nih.' Aneh kan omongannya itu! Apaan tuh lawan 'merah'? 'Oh ini katanya Presiden maksain BG jadi Kapolri karena ditekan sama Ibu Mega'," kata Fahri dalam wawancara di Jakarta Selatan, Jumat, 11 Juni 2021.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Akan tetapi, Fahri malah balik menanyakan kepada yang bersangkutan kenapa BG tidak boleh jadi calon Kapolri. Sebab, penunjukan BG jadi calon Kapolri itu prosesnya di pemerintah.

"Saya bilang urusan Anda apa? Itu kan proses di pemerintahan. 'Oh enggak Bang. Ini kita ada ketemu alat bukti cukup kok. Dia bisa dijadikan tersangka.' Saya bilang jangan main-main ya. Orang belum tersangka Anda jadikan tersangka. Penyimpangan itu! Nggak benar! 'Enggak kok kita lengkap.' 'Bahaya Anda, Bahaya Anda.' Saya gituin, saya tutup telepon," tegasnya.

Akhirnya, dilakukanlah fit and proper test dan para anggota DPR menyetujui BG menjadi Kapolri yang waktu itu menggantikan Jenderal Polisi Sutarman.

"Pak BG aklamasi, kita yang proper test di Komisi III, aklamasi, masuk paripurna saya yang pimpin. Sistem eksekutif menang lolos, legislatif lolos," katanya.

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Baca Juga: Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan Tak Kurangi Kesenangan

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini