Daripada Bebankan Rakyat dengan PPN Sembako, Mending Bu Sri Naikkan Cukai Rokok

Daripada Bebankan Rakyat dengan PPN Sembako, Mending Bu Sri Naikkan Cukai Rokok Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak rencana pemerintah untuk mengenakan PPN pada kebutuhan pokok. Menurutnya, rencana tersebut sangat tidak manusiawi.

Ia mengatakan, jika wacana itu direalisasikan, nantinya harga-harga kebutuhan pokok akan naik. Tentu, hal tersebut akan menjadi beban bagi masyarakat di tengah situasi pandemi saat ini.

"Wacana ini jelas menjadi wacana kebijakan yang tidak manusiawi, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang saat daya beli masyarakat sedang turun drastis," kata Tulus dalam siaran persnya.

Selain itu, rencana tersebut juga akan mengancam ketahanan pangan di Indonesia. Ia menambahkan, rencana pemerintah tersebut harus dibatalkan karena tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, daripada membebani PPN sembako, ia menyarankan sebaiknya Menteri Sri Mulyani kembali menaikkan cukai rokok. Alasannya, potensi penerimaan dari cukai rokok bisa mencapai Rp200 triliun lebih.

Selain itu, menaikkan cukai rokok akan berdampak positif terhadap masyarakat menengah bawah, agar mengurangi konsumsi rokok dan mengalokasikan untuk keperluan bahan pangan.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini