Strategi Maut Pasukan Israel Sungguh Berbahaya, Ini Akibat yang Bisa Terjadi!

Strategi Maut Pasukan Israel Sungguh Berbahaya, Ini Akibat yang Bisa Terjadi! Kredit Foto: Instagram/ramallah.mix

Pasukan Israel telah menembak mati sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk dua perwira intelijen militer Otoritas Palestina (PA), dalam serangan dini hari di kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian kesehatan Palestina mengidentifikasi dua petugas itu sebagai Adham Yasser Alawi, 23, dan Tayseer Issa, 32. Korban ketiga adalah Jamil al-Amuri, yang telah dipenjara di penjara-penjara Israel.

Perwira Palestina lainnya, Muhammad al-Bazour, 23, terluka parah selama misi penyamaran Israel dan telah dipindahkan ke rumah sakit Israel. Sebuah video online The Associated Press memiliki akses untuk menunjukkan petugas Palestina berlindung di belakang kendaraan ketika suara tembakan terdengar di latar belakang.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Seseorang berteriak bahwa mereka sedang baku tembak dengan pasukan 'penyamaran' Israel.

Media Israel melaporkan bahwa al-Amuri adalah mantan tahanan dan anggota Jihad Islam Palestina, tetapi ini belum dikonfirmasi dari pejabat Palestina. Dilansir Aljazeera, Sabtu (12/6/2021), dilaporkan ribuan pelayat turun ke jalan-jalan di kota Jenin untuk mengambil bagian dalam prosesi pemakaman ketiganya.

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk apa yang disebutnya 'eskalasi Israel yang berbahaya', dengan mengatakan ketiganya dibunuh oleh pasukan khusus Israel yang menyamar sebagai orang Palestina selama penggerebekan.

Juru bicaranya, Nabil Abu Rudaina, meminta masyarakat internasional dan Amerika Serikat untuk turun tangan menghentikan serangan semacam itu.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang rincian insiden tersebut. Militer dan polisi Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, seorang pejabat Israel secara anonim menyatakan bahwa para perwira Palestina tewas dalam baku tembak. Insiden itu terjadi beberapa minggu setelah perdamaian yang rapuh disepakati menyusul perang 11 hari Israel di Gaza yang terkepung menewaskan lebih dari 250 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak.

Sedikitnya 12 orang tewas di Israel dalam serangan roket yang dilakukan oleh faksi bersenjata Palestina.

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Baca Juga: Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan Tak Kurangi Kesenangan

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini