Megawati Kantongi Gelar Profesor Kehormatan, Rocky Gerung: Itu Gelar Ajaib

Megawati Kantongi Gelar Profesor Kehormatan, Rocky Gerung: Itu Gelar Ajaib Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri merupakan peristiwa politik. Pasalnya, di balik pengukuhan gelar itu, publik akan berspekulasi bahwa ada tukar tambah yang bernilai politis.

"Sesuatu yang sebenarnya normal, akhirnya membebani dunia ilmiah Indonesia," ujarnya dalam video di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Rocky menegaskan bahwa usai pengukuhan gelar tersebut, Megawati diharuskan untuk mengajar.

"Nanti Bu Mega harus pindah dari memimpin rapat jadi memimpin bimbingan para mahasiswa. Itulah konsekuensi dari gelar tersebut," tegasnya.

Jika perannya sebagai dosen tak dijalani, isu muatan politis dari gelar Megawati akan terus beredar di masyarakat.

"Tak cuma Bu Mega, bahkan mungkin petinggi universitasnya dan dari Dikti itu hanya ingin melakukan promosi politik dan bukan promosi akademik," ungkapnya.

Menurut Rocky, pendapatnya bisa menjadi valid. Sebab, Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek Nizam mengucapkan selamat kepada atas pengukuhan Megawati.

Padahal, Nizam sebelumnya diketahui sempat mengatakan bahwa tidak ada gelar profesor kehormatan di perguruan tinggi.

"Gelar guru besar atau dosen tidak tetap itu ajaib. Itulah kekeliruan yang terjadi di Indonesia. Kalau di luar negeri, gelar itu memang ada. Namun, syaratnya sangat banyak," papar Rocky.

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Baca Juga: Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan Tak Kurangi Kesenangan

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini