Kemesraan Megawati-Prabowo untuk Kode 2024, Hasto Buka Suara

Kemesraan Megawati-Prabowo untuk Kode 2024, Hasto Buka Suara Kredit Foto: Viva

Kemesraan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto dispekulasikan secara politik sebagai kode untuk Pilpres 2024. Terbaru, Prabowo turut hadir dalam pemberian gelar profesor kehormatan terhadap Megawati dari Universitas Pertahanan.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan momen keduanya dalam satu pertemuan adalah hal biasa. Megawati hadir sebagai penerima gelar profesor kehormatan. Sementara, Prabowo merupakan Menteri Pertahanan yang membawahi kampus Universitas Pertahanan.

Menurut dia, sejak lama Megawati menganggap Prabowo sebagai sahabat.

Baca Juga: Asal Prabowo Gak Maju Pilpres 2024, Koalisi PDIP-Gerindra Dijamin Mulus!

"Ya tadi dalam kebersamaan Bu Mega sendiri sudah menjelaskan ya ketika menyebutkan Pak Prabowo sebagai sahabat, itu kan bagian dari kultur kita," kata Hasto usai acara pengukuhan gelar kepada Megawati di Aula Bela Negara, Sentul, Jawa Barat, Jumat 11 Juni 2021.

Hasto lantas menjawab kedekatan ini sebagai kode koalisi di Pemilu 2024, Hasto mengatakan, persahabatan keduanya berjalan alamiah. Selain Menteri Pertahanan, Prabowo saat ini merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

"Saya pikir itu merupakan suatu hal yang secara bergulir disampaikan Bu Mega. Ya mari kita bangun persahabatan nasional di antara para pemimpin," tutur Hasto.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan gelar untuk Megawati itu merupakan sebuah kebanggaan bagi keluarga besar PDIP.

Adapun gelar Profesor Kehormatan di Bidang Ilmu Kepemimpinan Strategik Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, no 33271/MPK.A/KP.05.00/2021.

"Pemberian gelar profesor ini sesuai keputusan Mendikbud Ristek kami mengucapkan terimakasih ini bukan hanya suatu kehormatan bagi Ibu Megawati Soekarnoputri tetapi juga bagi keluarga besar PDI Perjuangan," kata Hasto.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini