Ini Kode Keras dari Jokowi! Berani Pilih Ganjar Ketimbang Megawati

Ini Kode Keras dari Jokowi! Berani Pilih Ganjar Ketimbang Megawati Kredit Foto: Instagram Jokowi

Presiden Jokowi disebut berani memberikan kode dahsyat. Itu setelah Jokowi memilih didampingi Ganjar. Padahal, di saat bersamaan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mendapat gelar Profesor Kehormatan dari Unhan. Memang ada ucapan selamat dari Presiden Jokowi ke Megawati. Tapi ucapannya berupa video.

Ada analisis semiotika yang diungkap Direktur Eksekutif Democracy and Electoral and Empowerment Partnership (DEEP) Neni Nur Hayati. Analisis ini kemudian mengarah ke pesan politik yang ingin disampaikan Jokowi kepada publik.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Neni kemudian menyadur sebuah teori Umbert Eco tentang sebuah tanda terdapat suatu pesan yang tersembunyi. Secara politik, Neni menilai, pilihan absennya Jokowi di acara Megawati itu seolah menegaskan bahwa orang nomor satu Indonesia itu melabuhkan kepercayaan politiknya pada Ganjar Pranowo.

"Seolah menegasikan bahwa Jokowi hendak memberikan kepercayaan kepada Ganjar untuk bisa menggantikan posisinya," katanya.

Jokowi lebih memilih meninjau vaksinasi massal di Semarang dengan didampingi Mensesneg Pratikno dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Padahal, di saat bersamaan, Megawati mendapatkan gelar Profesor. Menhan Prabowo Subianto hadir di acara itu. Ada juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Gubernur Jabar Ridwan Kamil, juga hadir di acara itu.

Kata Neni, pilihan Jokowi ke Semarang dengan didampingi Ganjar yang saat ini tengah berkonflik dengan elite PDIP memuat pesan terkait dengan pemilu tahun 2024 mendatang.

"Ganjar adalah kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi dibandingkan kandidat lain. Ini juga kan menyangkut kepercayaan publik kepada Ganjar atas kinerja yang telah dilakukan," kata Neni, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Baca Juga: Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan Tak Kurangi Kesenangan

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini