Gak Mau Ketinggalan, Ganjar Turut Komentari Fenomena BTS Meal

Gak Mau Ketinggalan, Ganjar Turut Komentari Fenomena BTS Meal Kredit Foto: JPNN

Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo rupanya memiliki cerita dari fenomena ramainya gerai McDonald’s (McD) saat promo penjualan snack BTS Meal.

Pria kelahiran Jawa Tengah itu mengaku dimintai tolong mendapatkan BTS Meal yang dijual di gerai McD oleh keponakan eks legislator DPR RI tersebut. Pasalnya, sang keponakan kesulitan memperoleh menu tersebut.

Sang keponakan, kata politikus PDIP itu, sadar posisi Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kemudian meminta tolong dibelikan snack BTS Meal.

"Pakde, Pakde kan gubernur. Bisa enggak beliin saya di McD," kata Ganjar menirukan permintaan dari sang keponakan saat menghadiri launching Kagamakarir.id sekaligus seminar berjudul Kesiapan Ketenagakerjaan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Promo BTS Meal yang Berujung pada Sanksi terhadap McDonald's

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Beli BTS Meal

Baca Juga: Kerumunan BTS Meal McD Bukti Kejahatan Teknologi Medsos

Menurutnya, para calon tenaga kerja atau entrepreneur bisa belajar dari fenomena BTS Meal itu. Misalnya, bisa menghadirkan inovasi dan kreasi dari setiap usaha.

"Artinya apa? Gimiknya adalah inovasi dan kreasi. Itu yang membikin tendangan yang mesti dimunculkan, sehingga keponakan saya bilang ke saya (minta bantuan mendapatkan BTS Meal, red)," tutur Ganjar Pranowo.

Produk BTS Meal sebelumnya menuai banyak respons. Misalnya dari Juri Master Chef Indonesia Arnold Poernomo.

Dia bercerita soal istrinya, Tiffany Soetanto, memborong puluhan menu BTS Meal yang menjadi produk spesial dari McDonald's.

Hal itu diketahui ketika Chef Arnold memamerkan beberapa potret produk BTS Meal melalui Instagram Story pribadinya.

Pada unggahan pertama, Chef Arnold terlihat berpose bersama rekan sesama chef, Renata Moeloek.

Pada foto tersebut, Chef Arnold tampak memamerkan gelas minum dari menu BTS Meal, sedangkan Renata memegang nugget ayam.

"Yang lagi ramai katanya," tulis Arnold melalui akun Instagramnya, Rabu (9/6/2021).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini