Gara-Gara Omongan SBY, Demokrat ke Pendukung Jokowi: Belajar Dulu, Baca Yang Lengkap Baru Ngegas!

Gara-Gara Omongan SBY, Demokrat ke Pendukung Jokowi: Belajar Dulu, Baca Yang Lengkap Baru Ngegas! Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

Omongan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY soal kemiskinan dan pengangguran bikin panas kuping para pendukung Presiden Jokowi. Emosi mereka terpancing lantaran merasa SBY sedang membandingkan dengan kinerja Jokowi. Mereka pun langsung menyerang SBY.

Pidato SBY itu disampaikan saat sidang promosi doktor anak bungsunya, Edhie Baskara Yudhoyono yang kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), yang disiarkan di YouTube, Kamis (10/6/2021). Dalam kesempatan itu, SBY mengenakan jas almamater IPB.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Apa yang disampaikan? Di awal, SBY mengenang pengalamannya saat berkuliah S3 di IPB pada 2004 atau 17 tahun lalu. Kata dia, sama seperti Ibas, ia juga pernah mengikuti sidang terbuka untuk meraih gelar doktor.

Saat itu, SBY mempersiapkan disertasi dengan judul Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran dengan Menggalakkan Pembangunan Pertanian Perdesaan dan Infrastruktur dari Sisi Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal.

Isinya mengenai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan pengangguran dengan menggalakkan pembangunan pertanian, pedesaan, dan infrastruktur dari sisi ekonomi politik kebijakan fiskal.

Tiga bulan setelah sidang tersebut, kata SBY, kemudian terpilih menjadi presiden. Dan menurut SBY, apa yang dituliskan dalam disertasinya itu kemudian diwujudkan dalam kebijakan ekonomi selama menjabat presiden dua periode dari 2004-2014.

Ia pun bersyukur berbagai kebijakannya itu membuahkan hasil positif. Pengangguran dan kemiskinan berhasil turun dengan drastis. Pertumbuhan ekonomi pun meningkat. “Dan alhamdulillah, sejarah membuktikan, dulu setelah (saya) selesai memimpin, pengangguran kita drop. Kemiskinan kita drop secara signifikan, dan pertumbuhan meningkat dengan baik,” kata SBY.

Omongan SBY itu rupanya bikin panas kuping para pendukung Jokowi. Politisi PPP, Achmad Baidlowi menyebut, SBY tidak fair dan tak objektif dalam membuat perbandingan.

"Boleh-boleh saja membandingkannya. Tapi harus apple to apple," kata Awiek, sapannya.

Menurut dia, saat ini ada pandemi Covid-19. Sementara di era SBY tak ada pandemi. “Kalau mau sama-sama dibandingkan dalam kondisi normal,” ujarnya.

Senada disampaikan politisi PKB Faisol Riza. Kata dia, kinerja SBY dan Jokowi tak bisa dibandingkan lantaran saat ini ada krisis akibat pandemi yang menghantam semua negara. Ia memastikan, pemerintah bekerja keras agar perekonomian tetap berjalan.

Baca Juga: Curi Start Pasang Baliho di Seantero Jawa Timur: Puan Maharani Kuat untuk Pilpres 2024

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini