Usahanya Ditolak Mentah-Mentah! Benjamin Netanyahu Harus Lengser!

Usahanya Ditolak Mentah-Mentah! Benjamin Netanyahu Harus Lengser! Kredit Foto: Instagram/Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,  akan mengakhiri masa jabatan yang sudah dijalani selama 12 tahun. Dia menawarkan Menteri Pertahanan dan ketua Biru dan Putih Benny Gantz untuk mengambil peran tersebut, tapi mendapatkan penolakan.

Laporan N12 menyatakan, langkah Netanyahu adalah untuk menahan pemerintah baru yang akan dilantik pada Ahad (13/6). Gantz sebelumnya sempat akan menjadi perdana menteri alternatif setelah Netanyahu mundur. Namun, kesepatan di antara keduanya kurang berjalan baik. Baca Juga: Hamas Memulai Lagi Produksi Ribuan Rudal Baru untuk Hentikan Arogansi Benjamin Netanyahu

Gantz rencananya akan menjadi Menteri Luar Negeri dalam koalisi mendatang.  Sementara ketua Yesh Atid, Yair Lapid, akan mempertahankan peran Menteri Pertahanan karena partainya diperkirakan akan memasuki koalisi. Baca Juga: Pedih! Pasukan Israel Gak Punya Hati, Bocah Palestina Tewas Ditembaki

Tengah malam 

Menurut laporan itu, Gantz menerima tawaran Netanyahu dari beberapa sumber yang dekat dengan Netanyahu yang datang setelah tengah malam pada Kamis (10/6). Tim Netanyahu memberi tahu Gantz bahwa sekutunya siap mengundurkan diri pada esok hari. 

Namun, tim Gantz langsung menolak tawaran tersebut. Dalam upaya Netanyahu untuk menggagalkan pembentukan pemerintahan Bennett-Lapid, dia juga menawarkan perjanjian rotasi perdana menteri kepada Gantz, Bennett, ketua New Hope Gideon Sa'ar, Ketua Knesset Yariv Levin (Likud), dan pemimpin Shas Arye Deri. Semua tawaran tersebut ditolak.

Gantz berperan sebagai Perdana Menteri Alternatif setelah pemilihan Maret 2020 ketika dia dan Partai Likud Netanyahu memutuskan untuk bergabung bersama untuk membentuk pemerintahan persatuan. Kondisi ini menyebabkan Partai Yesh Atid pimpinan Lapid memutuskan aliansi politik mereka dengan Biru dan Putih.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini