AMS Tunjuk Ridwan Kamil Jadi Ketua Dewan Pembina, Noery Ispandji Firman Sebagai Ketua Umum

AMS Tunjuk Ridwan Kamil Jadi Ketua Dewan Pembina, Noery Ispandji Firman Sebagai Ketua Umum Kredit Foto: Rahmat Saepulloh

Hasil kongres Angkatan Muda Siliwangi (AMS) X menetapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) sebagai Ketua Dewan Pembina dan Noery Ispandji Firman terpilih kembali menjadi ketua umum.

Disamping itu Pendiri AMS Tjetje Hidayat Padmadinata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi, Guru Besar Fisip Unpad Prof Muradi sebagai Ketua Dewan Pakar dan Ence Lemi Aminudin sebagai Ketua Dewan Penasihat. Baca Juga: Tinjau Dua Rumah Sakit di Kota Bandung, Ridwan Kamil: Ada Peningkatan, Tapi Masih Relatif Terkendali

Ketua Steering Comite Kongres Anto Sumadianto mengatakan Noery dinobatkan kembali sebagai ketua umum secara aklamasi, setelah seluruh pemilik suara peserta kongres, terdiri dari 27 distrik dan 4 perwakilan dalam pandangan umum meminta kembali Noery untuk memimpin organisasi kepemudaan tertua yang lahir di Jawa Barat. Baca Juga: AHY-Ridwan Kamil Duet Mesra di 2024, Cuma Ini yang Bisa Mengalahkan

Hasil kongres juga menetapkan Asep Andriyana sebagai Sekretaris Jenderal dan Aas Holisoh sebagai Bendahara.

"Jumlah kepengurusan sendiri, sekarang dibatasi hanya 45 orang sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam anggaran dasar organisasi,"kata Anto usai Kongres AMS X yang digelar di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Sabtu (12/6/2021)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dalam sambutannya menyampaikan dalam memimpin berlaku adil adalah hal yang paling susah dilakukan oleh seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin yang adil masuk surga terlebih dahulu begitupun sebaliknya.   

"Maka dalam keseharian saya sebagai Gubernur Jabar terpaksa memilah-milah mana yang diberi atensi di awal, tengah dan akhir. Tapi semuanya ingin secara adil diberi atensi,"kata Emil saat memberikan sambutan pada acara Kongres AMS X di Hotel Savoy Homan Kota Bandung, Sabtu (12/6/2021)

Sebagai Ketua Dewan Pembina AMS, Emil berpesan ada beberapa nilai baru selama Pandemi Covid-19. Pertama, Covid-19 menghancurkan semua dimensi kehidupan. Terbukti, beberapa negara yang dinilai maju oleh kita berantakan. Misalnya, Amerika Serikat ternya masih terdapat rasialaisme dengan adanya pendudukan gedung dewan secara anarki. 

Selain itu, India yang dinilai sebagai negara super power Teknologi sekarang menjadi korban Covid-19 tertinggi. 

Emil berpesan kepada AMS tidak boleh patah semangat dan lemah oleh Covid-19. Justru kehidupan harus lebih produktif termasuk anggota AMS di mana pun berada harus menjadi tokoh yang inspiratif. 

"Memimpin di depan, mengajak di tengah dan mendorong dari belakang. Itu harus terjadi dan menjadi nilai kita lima tahun ke depan,"imbuhnya 

Emil menegaskan tidak boleh berhenti melakukan kegiatan untuk rakyat walaupun sedang terjadi pandemi Covid-19. Meski demikian, tetap harus beradaptasi dengan menetapkan protokol kesehatan. 

Selanjutnya, Emil menilai Covid-19 menyebutkan selama pandemi Covid-19 hanya dua sektor industri yang tumbuh yaitu pangan dan digital. 

"Saya titip ke dewan pakar, Jadi kalau AMS mau mengkalibrasi arah eksistensinya maka fokus pada kedaulatan pangan dan adaptasi digital sebagai kebutubuhan,"ungkapnya

Emil menegaskan kedaulatan pangan akan menjadi prioritas pembangunan Jabar. 

"Jangan sampai ada krisis pangan dan rakyat Jawa Barat kelaparan. Kalau itu terjadi. Kota harus jadi yang terdepan menjadi tokoh perubahan kedaulatan pangan,"tegasnya 

Rencananya, Juli 2021 Emil akan membuka sekolah Ekspor UMKM di Kota Bandung sehingga produk UMKM dari Jabar bisa go internasional. 

"Produk UMKM kita jangan sampai jago kandang. Kita lawan impor-impor dari China dengan produk dari Jabar. Makanya saya bikin kampus ekspor UKM Jabar,"jelasnya 

Jabar sendiri harus memiliki kebudayan berkepribadian seperti AMS. Pasalnya, tidak semua organisasi berfilosofi kebudayaan. AMS harus menjadi yang terdepan dalam melestarikan budaya Sunda. 

"Jangan sampai disusul oleh Sunda Empire. Yang kadang-kadang terlihat meyakinkan. Padahal ngaco segalanya,"canda Emil 

Dia menegaskan kepemimpinan terbaik adalah keteladanan dari lisan, akhlak, penampilan, mengurus diri, keluarga dan Rakyatnya. 

"Mudah-mudahan keteladanan adalah kunci kemudian kepemimpinan hadir kepada kita,"

Sebagai Ketua Dewan Pembina AMS, Emil mengungkapkan bahwa Jabar sendang mendirikan 300 pusat desa digital sehingga membantu mempromosikan produk dari desa ke seluruh Nusantara. 

"Cukup di desa. Kalau bisa operator-operator di balai desanya adalah kader-kader AMS. Itulah yang akan menjadi agen perubahan,"jelasnya 

Emil tidak mau lagi mendengar tidak ada regenerasi dintengah usia petani yang semakin tua atau generasi muda pindah ke kota karena menganggap desa tidak memiliki potensi. 

"Justru oleh Covid-19 diajarkan, tinggalah di desa jauh dari penyakit, kuasai ilmu supaya kita mendapatkan rezeki kota dengan menguasai digital,"tegasnya

Adapun, Ketua Umum AMS terpilih Noery Ispandji mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para Pimpinan Distrik dan Perwakilan AMS yang secara mufakat memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin kembali AMS periode 2021-2026.

"Atas kepercayaan dan mandat ini, saya ingin ucapkan terima kasih dan mari kita bangun AMS ini menjadi organisasi yang siap beradaptasi dengan perubahan," ujarnya

Menurutnya, tantangan ke depan dalam menjalani roda organisasi AMS tidaklah mudah. Dalam kesempatan tersebut,  Noery juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta kesediaannya untuk menjadi Ketua Dewan Pembina. 

Terkait dengan munculnya nama Ridwan Kamil yang digadang gadang akan berkiprah di pentas nasional, tentu saja kata Noery, AMS akan sangat mendukung.

"Selama ini AMS dalam kepengurusan saya selalu  menjalankan program program yang selaras  dengan visi dan program Pak Gubernur," ungkapnya.

Menurut Noery kongres kali ini sendiri bertemakan 'Ngajaga Sarakan ku Pepelakan'. AMS kini sedang memfokuskan diri pada kemajuan desa-desa agar mampu meningkatkan ketahanan bangsa. 

AMS akan berusaha sekuat tenaga membantu Jawa Barat ke arah lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan ketahanan pangan dengan terjun ke desa-desa.

"Kami akan fokus dulu membantu desa, saya harap ke depan ada ratusan atau bahkan ribuan kelompok tani yang pengelolaan tanahnya dibantu AMS. Salah satu contohnya adalah di Karawang yang sedikit-sedikit tanahnya tergerus baik oleh industri maupun properti. Rencananya kita akan kembalikan Karawang sebagai lumbung padi Nasional," katanya.

Bahkan, lanjut Noery, kini sudah ada ?72 kelompok tani AMS yang masing-masing beranggotakan 50 orang.

"Kita sedang memikirkan bagaimana memajukan bangsa, dan tidak mengurus dahulu politik, rebutan lahan bahkan debt collector. Kita sedang memikirkan bagaimana desa ini maju sehingga nanti desa bisa mengepung perkotaaan dengan kemajuannya," ungkapnya

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini