Menanti Netanyahu yang Bakal Gulingkan Pemerintah Berbahaya Israel

Menanti Netanyahu yang Bakal Gulingkan Pemerintah Berbahaya Israel Kredit Foto: Instagram/Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu menegaskan ia tidak akan meninggalkan politik. Mantan Perdana Menteri Israel selama berkuasa selama 12 tahun disingkirkan pemerintahan baru yang dipimpin ketua partai sayap kanan Naftali Bennett dan politisi moderat Yair Lapid.  

Pada para pendukungnya Netanyahu mengatakan ia berniat untuk bertahan di panggung politik sebagai oposisi. Netanyahu menegaskan ia akan tetap menjadi ketua Partai Likud dan kandidat perdana menteri dari partai itu pada pemilihan umum berikutnya.

Baca Juga: Lebih Religius dari Netanyahu, Israel Kini Dipimpin Seorang Yahudi Ortodok

"Ini liburan bagi pers tapi hari sulit bagi jutaan warga Israel, saya minta kalian jangan kehilangan semangat, kami akan kembali," kata Netanyahu pada wartawan usai berpidato di parlemen Israel atau Knesset, seperti dikutip Jerusalem Post, Senin (14/6/2021).

Dalam pidatonya Netanyahu meminta pendukungnya untuk tetap menegakan kepala mereka walaupun kehilangan kekuasaan.

"Kami akan teryus bekerja sama, saya akan memimpin perjuangan kalian setiap hari untuk menggulingkan pemerintah sayap kiri yang berbahaya ini," katanya.

"Dan dengan bantuan Tuhan, hal itu akan terjadi lebih cepat dari yang kalian kira," tambahnya.  

Terdiam

Selama Netanyahu berbicara seluruh Knesset diam mendengarkan sangat berbeda ketika perdana menteri yang baru Naftali Bennett berpidato. Pendukung-pendukung Netanyahu menyorakinya saat ia berbicara. Hal ini menunjukkan koalisi pemerintahan yang baru menunjukkan rasa hormat.

Politisi yang sedang menjalani proses hukum atas kasus korupsi itu mengaku berbicara untuk jutaan pemilih Partai Likud dan partai-partai pendukungnya. Ia juga menyinggung prestasi pemerintahannya seperti Abraham Accords. Netanyahu juga menyerang Bennett dengan kekhawatiran soal Iran.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini