Begini Ucapan Selamat Joe Biden untuk Pengganti Benjamin Netanyahu di Israel

Begini Ucapan Selamat Joe Biden untuk Pengganti Benjamin Netanyahu di Israel Kredit Foto: Instagram/Joe Biden

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan ucapkan selamat pada dua pemimpin koalisi pemerintah Israel yang baru, Naftali Bennett dan Yair Lapid. Biden mengatakan, ia menantikan untuk memperkuat hubungan 'kuat dan tahan lama' antara dua negara.

"Pemerintahan saya sepenuhnya berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Israel yang baru untuk meningkatkan keamanan, stabilitas dan perdamaian bagi rakyat Israel, Palestina dan masyarakat di seluruh kawasan," kata Biden dalam pernyataannya, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Menanti Netanyahu yang Bakal Gulingkan Pemerintah Berbahaya Israel

Bennett yang berasal dari sayap kanan akan menjabat selama dua dari empat tahun masa jabatan perdana menteri. Lalu Lapid akan melanjutkan dua tahun sisa masa jabatan itu. Mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang tersingkir setelah 12 tahun berkuasa salah satu politisi paling berpengaruh di Israel.

Ia menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 1996 hingga 1999 lalu duduk dikursi itu lagi dari 2009 hingga 2021. Netanyahu politisi paling berpengaruh di generasinya. Dengan suaranya yang berat dan bahasa Inggris yang baik ia menjadi wajah Israel di panggung internasional.

Netanyahu menggunakan status globalnya untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina guna memiliki negara sendiri. Ia mengatakan, gagasan tersebut akan membahayakan keamanan Israel. Ia menyelesaikan isu Palestina dengan menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab menggunakan musuh bersama mereka yakni Iran.

Di dalam negeri, Netanyahu berulang kali gagal meraih kemenangan menentukan dalam beberapa pemilu terakhir. Ia juga sedang menjalani sidang korupsi.

Sudah lama oposisinya mengecam retorikanya yang memecah belah, taktik politiknya yang licik dan mengutamakan kepentingannya sendiri di atas kepentingan negara. Netanyahu berharap dapat kembali berkuasa usai menggelar vaksinasi Covid-19 tercepat di dunia.  

Namun dukung terhadapnya tetap merosot setelah oposisi-oposisinya menyebutkan sebagai 'Perdana Menteri Kejahatan'. Mereka juga menuduhnya gagal mengatasi krisis virus Corona dan dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini