Pemerintah Fokus Kembangkan Enam Klaster Industri Halal

Pemerintah Fokus Kembangkan Enam Klaster Industri Halal Kredit Foto: SINDOnews

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan fokus mengembangkan enam kluster atau sektor potensial di industri halal.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat rantai pasok halal atau halal value chain (HVC) dan mendorong ekonomi syariah.Enam klaster tersebut adalah makanan minuman, pariwisata halal, fesyen muslim, media-rekreasi halal, farmasi kosmetik halal, dan energi halal.

Baca Juga: Meski Pandemi, Permintaan Produk Halal Tetap Meningkat

“Untuk memainkan peran besar bagi industri halal di pasar domestik dan pasar global, Indonesia harus menjadi bagian dari Global Halal Value Chain yang akan mempelopori penerapan Halal Traceability dan Halal Assurance System yang terpercaya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta belum lama ini.

Selain mendorong pembangunan Kawasan industri halal (KIH), Airlangga menyampaikan potensi ekonomi pondok pesantren (ponpes) di Indonesia juga sangat besar.

Airlangga menyampaikan pada kuartal I 2021 sebanyak 31.385 ponpes dengan jumlah santri sekitar 4,29 juta orang, yang 44,2% di antaranya memiliki potensi ekonomi.

Melalui kolabrorasi regulator ataupun pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem Syariah berbasis ponpes, Airlangga berharap semua ponpes akan memiliki potensi ekonomi.

“Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, mengurangi jumlah kemiskinan, serta meningkatkan kapasitas UMKM sehingga dapat naik kelas. Usaha yang dijalankan di ponpes sebaiknya menjadi usaha menengah besar, bukan menengah kecil lagi,” tambah Airlangga.

Program percepatan inklusi keuangan dalam mendukung kemandirian ponpes dilaksanakan pemerintah melalui Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Selain itu terdapat pendampingan pelatihan pemasaran dan juga pembiayaan Syariah melalui program One Pesantren One Product (OPOP)/Koperasi Pesantren.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini