Dikritik Manipulasi Harga Bitcoin, Elon Musk: Itu Tidak Benar

Dikritik Manipulasi Harga Bitcoin, Elon Musk: Itu Tidak Benar Kredit Foto: Instagram/elonrmuskk

CEO Tesla, Elon Musk, menanggapi tudingan CEO Synia Magda Wierzycka yang meminta Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat menyelidiki dirinya karena diduga memanipulasi harga Bitcoin (BTC).

Melansir CoinTelegraph, Wierzycka menyatakan Musk sengaja menaikkan harga Bitcoin hanya untuk menjual sebagian besar pendapatan tertingginya. Musk membalas cuitan CoinTelegraph mengenai tudingan tersebut dan membantahnya.

Baca Juga: Power Elon Musk Bikin Bitcoin Kembali Melonjak, Pasar Kripto Diprediksi Kembali Menguat!

"Ini tidak benar. Tesla hanya menjual ~10 persen kepemilikan untuk mengonfirmasi bahwa BTC dapat dilikuidasi dengan mudah tanpa memindahkan pasar," tulisnya, Senin (14/6/2021).

Seperti yang dilaporkan CoinTelegraph, Musk mengakui pada April lalu bahwa Tesla telah menjual sebagian kepemilikan Bitcoinnya untuk membuktikan likuiditas aset sebagai alternatif uang tunai.

Padahal, satu bulan sebelumnya, CEO Tesla tersebut mengonfirmasi bahwa perusahaannya menambahkan BTC senilai $1,5 miliar ke neracanya dan akan mulai menerima aset digital sebagai pembayaran untuk kendaraan Tesla.

Namun, Tesla mengizinkan pembayaran menggunakan Bitcoin hanya dalam waktu singkat. Pada 13 Mei 2021, Musk membuat cuitan bahwa perusahaannya tidak akan lagi menerima pembayaran Bitcoin karena jaringannya menggunakan bahan bakar fosil dengan pesat.

Cuitan Musk bertepatan dengan banyak berita negatif tentang penggunaan energi Bitcoin. Cina memiliki niat untuk melarang penambangan Bitcoin dan reli kripto berlebihan yang menunjukkan tanda-tanda kelemahan.

Banyaknya berita negatif yang beredar membuat Bitcoin mengalami penurunan puncak hingga 54 persen pada pertengahan April dan pertengahan Mei.

Namun, Musk mengatakan ada kemungkinan Tesla akan kembali menggunakan transaksi Bitcoin. Pada cuitan balasannya terhadap tudingan Wierzycka, Musk menulis akan mengizinkan kembali transaksi BTC ketika ada konfirmasi penggunaan energi bersih yang wajar, kurang lebih sekitar 50 persen, oleh para penambang dengan tren masa depan yang positif.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini