Ancaman Nyata bagi Bank Tradisional, Mark Cuban Peringatkan Sistem Ini Akan Kuasai Dunia!

Ancaman Nyata bagi Bank Tradisional, Mark Cuban Peringatkan Sistem Ini Akan Kuasai Dunia! Kredit Foto: Instagram/Mark Cuban

Miliarder Mark Cuban sangat optimis dengan masa depan DeFi (decentralized finance/keuangan terdesentralisasi) dan DAO (decentralized autonomous organization/organisasi otonom terdesentralisasi).

Dalam sebuah postingan blognya sebagaimana dikutip dari CNBC Make It di Jakarta, Selasa (15/6/21) Cuban mengatakan ada banyak lembaga keuangan yang harus diperhatikan. Yang pertama, bank harus takut akan sistem ini, tulisnya.

Pasalnya, aplikasi DeFi bertujuan menciptakan kembali sistem keuangan tradisional dengan cryptocurrency, sementara DAO dapat mengatur dan mengawasi aplikasi DeFi dan proyek lainnya.

Baca Juga: Jangan Asal Beli! Begini Cara Miliarder Mark Cuban Bandingkan Blockchain

DAO mirip dengan perusahaan atau organisasi tradisional, tetapi kontrol dalam DAO didemokratisasi. Daripada memiliki satu pemimpin terpusat, DAO memiliki anggota yang memberikan suara pada keputusan dan aturan, yang kemudian dikodekan ke dalam kontrak pintar di blockchain.

Misalnya, melalui pinjaman DeFi, pengguna dapat meminjamkan cryptocurrency seperti yang dilakukan bank tradisional dengan mata uang fiat dan mendapatkan bunga sebagai pemberi pinjaman. Adapun aplikasi pinjaman DeFi, seperti Aave, Compound, dan Maker, diatur oleh DAO.

Struktur protokol terdesentralisasi ini adalah salah satu hal yang menarik minat Cuban dan membuatnya berpikir bahwa DeFi bisa menjadi pesaing serius bagi bank tradisional.

“Aave, seperti Compound pesaingnya, terlihat seperti bank. Tapi, tidak. Tidak ada tempat yang dekat,” kata Cuban. “Aave adalah platform yang sepenuhnya otomatis, tanpa izin, di mana tidak ada bankir, tidak ada bangunan, tidak ada pemanggang roti, tidak ada brankas, tidak ada uang tunai, tidak ada uang, tidak ada formulir untuk diisi, tidak ada peringkat kredit yang terlibat.”

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini