Kisah Orang Terkaya: Tobi Lutke, Anak Putus Sekolah yang Jadi Miliarder Dunia

Kisah Orang Terkaya: Tobi Lutke, Anak Putus Sekolah yang Jadi Miliarder Dunia Kredit Foto: Insider/Madeline Stone

Salah satu orang terakaya di dunia, Tobi Lutke ialah pendiri sekaligus CEO dari Shopify, e-commerce Kanada yang berkantor pusat di Ottawa, Ontario, dan mengembangkan perangkat lunak untuk toko daring dan sistem kasir ritel. Shopify berdiri pada tahun 2006.

Pria kelahiran 16 Juli 1980, di Koblenz, Jerman ini pernah bertugas di tim inti kerangka kerja Ruby on Rails dan telah membuat perpustakaan sumber terbuka seperti Active Merchant.

Sejak usia enam tahun, Lutke sudah menulis kode permainan yang dia mainkan dan memodifikasi perangkat keras komputer dari orang tuanya. Saat kelas sepuluh di usia 16 tahun, Lutke memutuskan untuk putus sekolah dan mengikuti program magang di Koblenzer Carl-Benz-School untuk menjadi programmer. Pada tahun 2002, dia pindah ke Kanada.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Herbert Kohler Jr, Juragan Furnitur Berharta Rp139 Triliun

Pada tahun 2004, Tobi Lutke membantu Snowdevil, sebuah toko snowboard online dari carportnya dengan kaki tangannya, Daniel Weinand dan Scott Lake. Setelah melihat-lihat dan kurang suka dengan salah satu arah bisnis mereka yang berbasis web, Lutke akhirnya mencoba mencari perangkat lunak yang layak di Ruby on Rails.

Tak lama kemudian, pendiri Snowdevil akhirnya memilih untuk memindahkan konsentrasi bisnis mereka ke bisnis online dan menjadi tahap awal dari Shopify. Shopify pun secara resmi diluncurkan pada tahun 2006. Pada September 2016, lebih dari 30.000 pengirim menggunakan Shopify.

Lutke memiliki hampir 7% dari Shopify, yang go public pada tahun 2015. Hari ini, kekayaannya mencapai USD11,2 miliar (Rp159 triliun).

Pada tahun 2019, penjualan Shopify sukses meraup USD1,6 miliar (Rp22 triliun) dan itu digunakan oleh lebih dari 1 juta bisnis, termasuk Kylie Cosmetics, Allbirds, dan Rothy's.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini