Kesayangan Para Sultan! Nih Top 5 Saham Sultan dengan Harga Paling Tinggi di Indonesia

Kesayangan Para Sultan! Nih Top 5 Saham Sultan dengan Harga Paling Tinggi di Indonesia Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Bluechip, istilah yang sudah tidak asing lagi bagi para investor untuk menyebut kelompok saham dengan kualitas terbaik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lantas, bagaimana dengan saham sultan? Istilah 'sultan' merupakan predikat yang disematkan untuk saham-saham dengan nominal harga tertinggi di pasar modal

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) adalah salah satu contoh saham berpredikat sultan. Namun, nyatanya ada lho saham lain yang harga nominalnya melampaui emiten BBCA.  Baca Juga: Lippo Karawaci Sulap Tekor Jadi Cuan, John Riady Ungkap Rahasianya!

Sebelum masuk ke daftar saham sultan, perlu diketahui bahwa harga nominal yang tinggi tidak menjamin bahwa harga tersebut menjadi mahal. Sebab, untuk mengetahui harga suatu saham murah atau mahal perlu melihat valuasi yang tercermin dari beberapa rasio, di antaranya adalah price to earning ratio (PER). Baca Juga: Cek Saldo dan Tarik Tunai Berbayar di ATM Link Batal, Saham Bank Himbara Merah Berjemaah

Berikut adalah top 5 saham dengan harga tertinggi di Indonesia.

1. DCI Indonesia

Percaya atau tidak, saham sultan yang berada di peringkat pertama justru merupakan pendatang baru di BEI, ialah PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Emiten yang baru listing pada 6 Januari 2021 itu langsung menempati posisi teratas dengan harga lebih dari Rp50.000 per saham.

Sejumlah nama konglomerat pun masuk ke dalam daftar pemegang saham sultan satu ini, di antaranya adalah Anthoni Salim. Pemilik Salim Group itu tercatat menguasai 11,12% atau 265.033.461 saham DCI Indonesia. Harga penutupan saham DCII pada Selasa, 15 Juni 2021 bertengger di posisi Rp50.250 per saham.

2. Gudang Garam

Saham sultan berikutnya datang dari industri rokok, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Rakasa rokok warisan mendiang Tan Siok Tjien yang masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia ini listing di BEI pada 27 Agustus 1990 silam.

Berada di urutan kedua setelah DCI Indonesia, harga nominal saham Gudang Garam kini bertengger di kisaran Rp34.000. Pada penutupan perdagangan hari ini, saham Gudang Garam terapresiasi 2,36% ke level Rp34.700 per saham.

3. BCA

Beralih ke saham sultan berikutnya, emiten PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah tersohor di kalangan investor. Terlebih lagi, mayoritas saham BCA dikuasai oleh orang terkaya nomor satu di Indonesia yang sekaligus pemilik Grup Djarum, yakni Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono (Hartono Bersaudara).

Saham BCA bergerak di sektor perbankan menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air. Saat ini, nominal harga saham BCA berada tipis di bawah Gudang Garam. Sampai dengan Selasa sore, saham BCA menguat 0,94% ke level Rp32.350 per saham.

4. Metropolitan Kentjana

Saham sultan di posisi keempat teratas ditempati oleh PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI). Emiten pengelola Pondok Indah Mall tersebut dikuasai oleh konglomerat Murdaya Poo. Saham MKPI listing di BEI pada 10 Juli 2009. Sebagai saham sultan, harga saham MKPI kini bertengger di kisaran Rp25.200 per saham.

5. United Tractors

Belum puas dengan empat saham di atas? Mari lanjut ke saham sultan yang berada di posisi kelima, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR). Emiten afiliasi Grup Astra ini listing di BEI pada 19 September 1989 silam. Harga nominal saham United Tractors per Selasa sore mencapai Rp22.050 per saham.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini