Lebih dari 17.000 Orang Berebut Beasiswa Lintasarta Digischool 2021

Lebih dari 17.000 Orang Berebut Beasiswa Lintasarta Digischool 2021 Kredit Foto: Lintasarta

Setelah sukes dengan program CSR Beasiswa Lintasarta Digischool di tahun 2020 dengan memberikan pendidikan digital beasiswa pemograman untuk Android Developer dan Front-End Web Developer kepada pelajar/ lulusan SMK secara gratis dan melihat banyaknya peminat, untuk kedua kalinya, Lintasarta meluncurkan Program Beasiswa Lintasarta Digischool di tahun 2021.

Sejak dibuka pendaftaran pada 5 April 2021, bertepatan dengan perayaan HUT Lintasarta ke-33, sebanyak 17.216 orang pendaftar menunjukkan minatnya mengikuti program beasiswa Lintasarta Digischool 2021. Di tahun kedua penyelenggaraan program beasiswa ini, angka partisipan kembali melebihi target Lintasarta, yaitu 3.300 penerima beasiswa kelas pemula dengan peminatan atau modul Machine Learning Developer dan Back-End Developer.

Baca Juga: Dorong Prestasi, Universitas Pertamina Gelar Beasiswa Milenial Juara Rp1,5 Miliar

"Program Beasiswa Lintasarta Digischool merupakan bagian dari kegiatan CSR Lintasarta di Pilar Pintar untuk mendukung generasi muda Indonesia yang begitu antusias mengembangkan kemampuannya di bidang digital dan mendukung pemerintah dalam percepatan ekonomi digital di Indonesia. Lebih spesifik, di tahun kedua Program Beasiswa Lintasarta Digischool ini juga ditargetkan diikuti masyarakat yang terdampak Covid-19," kata President Director Lintasarta, Arya Damar, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Bagi peserta dengan status progres, rating terbaik dan terdampak Covid-19 secara langsung maupun tidak langsung akan diprioritaskan mendapatkan beasiswa lanjutan ke kelas menengah dan expert sesuai dengan peminatan awal yang telah dipilih oleh masing-masing peserta.

Sebagaimana diketahui, tahun sebelumnya pelaksanaan Lintasarta Digischool hanya ditujukan untuk pelajar/ lulusan SMK dengan batas usia maksimal 29 tahun. Tahun ini, program dibuka untuk umum yang berasal dari semua latar belakang pendidikan apapun dengan batasan usia maksimal 34 tahun.

"Penetapan usia tersebut dirasa masih dalam kategori generasi muda dan kelompok usia pekerja awal. Sebagai dampaknya, peminat program beasiswa Lintasarta Digischool 2021 melonjak signifikan hampir 3 kali lipat dari total peminat di tahun lalu," ujarnya.

Modul beasiswa yang diberikan tahun ini, Machine Learning dan Back-End, merupakan modul yang paling diminati untuk menjadi seorang Artificial Intelligence Specialist dan Back-End Developer di mana profesi tersebut merupakan profesi yang paling dicari di Indonesia berdasarkan laporan "2020 Emerging Jobs Report Indonesia" yang dirilis oleh LinkedIn.

Lintasarta kembali menggandeng Dicoding sebagai partner penyedia modul beasiswa dengan beasiswa kali ini pun dilakukan secara online sehingga memberikan keleluasaan bagi para peserta untuk menyelesaikan semua materi pembelajaran kapan pun dan di mana pun dengan batas waktu penyelesaian materi di kelas pemula hingga 31 Mei 2021.

Pada tanggal 4 Juni 2021, Lintasarta dan Dicoding telah merilis daftar 550 orang yang berhasil mendapatkan beasiswa pembelajaran kelas lanjutan pada program ini yang terdiri dari 250 orang untuk kelas menengah Machine Learning Developer dan 300 orang untuk kelas menengah Back-End Developer.

"Harapannya, 550 orang tersebut dapat menyelesaikan pembelajarannya sebelum 31 Agustus 2021 dengan hasil yang memuaskan tentunya dengan bimbingan 22 orang fasilitator online yang disediakan oleh Dicoding," jelasnya.

Menurut Arya, hal tersebut akan menjadi nilai tambah bagi pribadi peserta untuk siap terjun di dunia kerja maupun berwirausaha sesuai dengan tujuan awal dari program ini, mencetak generasi muda yang melek teknologi, dan sekaligus mendukung cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Daftar penerima beasiswa kelas lanjutan Lintasarta digischool dapat diakses melalui https://www.dicoding.com/blog/pesertaterpilihdigischool2021/. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi e-mail lintasartadigischool@dicoding.com.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini